Orang Aussie Mencari Mbah Moen

Mengantarkan jenazah Mbah Moen ke Ma'la, Mekah, Arab Saudi.
Mengantarkan jenazah Mbah Moen ke Ma'la, Mekah, Arab Saudi.
Sumber :
  • vstory

VIVA - Bagi orang biasa yang tak memiliki akses khusus, kemarin hanya punya 2 pilihan. Menshalati Mbah Moen di Masjidil Haram atau menunggu di Pemakaman Ma'la agar bisa mengantar beliau ke tempat peristirahatan terakhir.

Saya memilih yang kedua. Ke Ma'la bersama Heri Trianto, Pemred Bisnis Indonesia yang sedang cuti haji, dan Pak Bambang, salah satu petinggi PLN. Kami berangkat lebih awal dan shalat dzuhur dulu di Masjid Jin yang berjarak sepelemparan batu dari Ma'la.

Stelah mendapatkan info dan signal kepastian tempat Mbah Moen akan dimakamkan, kami berdiri di dekat pintu masuk, dekat kedai kopi machiato. Bersua juga kawan detik.com Ardi Suryadi di samping kedai. Sayang saat mau ngopi keburu tutup karena baristanya harus shalat dzuhur dulu.

"Anda petugas di sini? Saya ingin dapat info kepastian di sebelah mana Kyai Maimoen dimakamkan," tanya seorang berperawakan bule bergamis kuning dalam Bahasa Arab "sekolahan."

"Saya bukan petugas. Tapi Anda berada di lokasi yang tepat. Sebentar lagi jenazah akan tiba. Ini mobil para pejabat sudah terparkir di sekitar sini," jawab saya seraya menunjuk mobil dubes RI yang diparkir tak jauh dari tempat saya.

"Ini anak saya. Kami dari Libanon tapi tinggal di Australi. Saya pernah sowan ke Mbah Moen," ungkap si Bapak sambil memperkenalkan pemuda di sampingnya.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.