The Death of Reality

Ilustrasi orang miskin dan harapan politik (Foto Pixabay)
Sumber :
  • vstory

VIVA - The death of reality. Matinya kenyataan dan kebenaran. Fenomena ini dulunya terjadi di TikTok. Iklannya jaket kulit, harganya Rp85000 setelah datang ya imitasi.

img_title Aktivis 98 Resolution Network: Momentum 17 Agustus Jangan Diubah Jadi Panggung Politik

Ada TikTok jualan bangku lipat, barangnya datang bangkunya anak-anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rupanya sekarang modus death of reality terjadi di politik.

img_title Di Depan Delegasi IRI, Cak Udin Tegaskan Regenerasi Politik PKB Bukan Sekadar Slogan

Calon presiden (Capres) marah-marah idenya dibilang ngawur, makan siang gratis. Seolah-olah namanya anak-anak dijanjikan makan siang gratis, mereka senang, 85 juta penduduk miskin gembira ada Capres kasih makan siang gratis, wujudnya ternyata baru kampanyenya. Ya, itu kampanyenya tok. Reality-nya belum tentu. Wong masih diuji coba.

Presiden Joko Widodo mengatakan A ternyata kenyataannya B. Gibran belum cukup umur, Tiba-tiba mengatakan, "Tenang Pak Prabowo, saya ada di sini.".

img_title Organisasi Mahasiswa Katolik Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Ini mirip film Chicken Little. Death of reality. Kenyataan sudah hangus, hilang.

Di mana-mana banyak caleg gila, minta dana serangan fajar dikembalikan. Ada yang sawer dana Rp1,5 Miliat paginya, jam 12.00 direkap zonk. Matinya kenyataan.

Ada yang mengajukan kredit untuk rumahnya, sebagai modal caleg. Selesai pemilu ga bisa nyicil rumahnya. Bank datang, dia pasang badan, dia bilang, pamannya marinir, kakeknya polisi.

Seorang tokoh dengan bangga kantornya mewah, bangunan bertingkat 3, kenyataannya ya minjam. Death of reality.

Orang-orang sudah hidup di dunia siber. Seolah-olah mau makzulkan presiden. Nanti diwawancarai, malah bingung, statusnya sebagai relawan. Jadi yang dimakzulkan itu presiden sebagai komandan relawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadi ada yang komentar, kalau begini caranya pemilihan umum, amburadul buat apa ada pemilu?

Ibarat pertandingan, ada yang adu jangkrik, jangkrik gemoy dicoblosi relawan. Ada adu banteng, pokoknya bantengnya dicoblosi mesin partai, yang adu senator ya ketawa dapat 1.5 juta suara sebagai calon senator badut. Everyone wins. Semua pokoknya menang. Penting partai nomor satu. Perkaranya hukum rusak, kellmuan rusak, kebenaran rusak, yo mbuh.

Ketum Projo, Budi Arie Setiadi

Ketum Gibranku Sayangkan Pernyataan Budi Arie: Itu Sikap Pribadi

Ketua Umum Gibranku menegaskan relawan setia mendukung dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir periode masa jabatan hingga 2029 mendatang.

img_title
VIVA.co.id
25 Agustus 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut