Kepala Bappenas Bantah Tudingan Sandiaga Soal Data BPS 'Disetir'

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro
Sumber :
  • VIVA/Fikri Halim

VIVA – Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, membantah tudingan calon wakil presiden, Sandiaga Uno, yang menyebut bahwa pemerintah mengintervensi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menyajikan data terkait kemiskinan dan pengangguran. 

img_title Urgensi Sensus Pertanian di Era Kebijakan Berbasis Data

"Itu sama sekali tidak benar, mereka (BPS) punya undang-undang yang menunjukkan independensi mereka," kata Bambang ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan, BPS secara koordinasi berada di bawah Bappenas, dan Kepala Bappenas adalah pembinanya. Untuk itu, dia menegaskan tidak ada intervensi sebagaimana yang dituduhkan.

img_title Memotret Sensus Pertanian 2023, Menjaga Ketanganan Pangan di Masa Depan

"BPS itu kebetulan langsung di bawah pimpinan saya sebagai menteri PPN. Jadi sebagai pembinanya pun saya tidak pernah melakukan intervensi 'menitip' apapun. jadi sama sekali tidak benar," katanya. 

Mantan menteri keuangan itu mengatakan, kredibilitas suatu lembaga statistik itu sangat bergantung pada sifat independensinya. 

img_title Pentingnya Sensus Pertanian 2023

"Sehingga yang bisa saya sampaikan, ketika mereka akan mengumumkan data, dari presiden sampai menteri terkait, itu pun baru tahu (diberitahukan) satu jam sebelum konferensi pers. Jadi sama sekali tidak ada unsur rekayasa atau intervensi," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, dalam salah satu kesempatan mengunjungi sebuah media massa nasional, Sandiaga menuding pemerintah mengontrol penyajian data tentang kemiskinan dan pengangguran. 

Mantan wakil gubernur DKI ini menyampaikan, bahwa data yang dikumpulkan timnya menunjukkan kondisi yang lebih buruk dibanding data yang disajikan BPS.

Jokowi

5 Ancaman Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia Indonesia untuk keseluruhan tahun 2023 sebesar 5,05% year-on-year (yoy).

img_title
VIVA.co.id
9 Februari 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut