TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Manajer Liverpool Kena Efek Terlalu Bersemangat

Manajer Liverpool menunjukkan sikap ekspresif di pinggir lapangan.
Manajer Liverpool Kena Efek Terlalu Bersemangat
Manajer Liverpool, Juergen Klopp. (REUTERS/Carl Recine)

VIVA.co.id – Manajer Liverpool, Juergen Klopp, dikenal sebagai manajer yang atraktif di pinggir lapangan. Semangat berapi-api menjadi ciri khas pria asal Jerman ini

Saat memberikan instruksi, merayakan gol, atau bahkan melayangkan protes ke ofisial pertandingan, Klopp melakukan dengan cara yang ekspresif, baik dari gestur badan dan ekspresi wajah. Tak jarang, pelatih tim lawan pun menjadi sasaran protes dengan gaya khasnya.

Namun, dia mengaku ketika muda sebagai orang yang lebih pendiam. Klopp mengaku lebih sering berdiri sambil mengamati permainan tim asuhannya dengan sikap dingin.

"Saya tidak yakin orang-orang berbicara kepada saya setelah pertandingan mengenai perilaku saya. Tapi, sekarang, satu tahun saya di Liverpool, kita berbicara tentang hal itu. Saya harus terima bahwa tidak semua orang senang dengan perilaku saya di pinggir lapangan. Tapi, saya jauh lebih pendiam di pinggir lapangan ketika masih muda," ujar Klopp kepada Squawka.

"Sekarang di Anfield ada banyak ruang gerak untuk saya. Dan saya satu tahun lebih tua sekarang. Itulah usia dapat menggunakan ruang di kotak pelatih dengan cara positif dengan yang saya lakukan sekarang," katanya.

Sikap ekspresif yang dimiliki Klopp tak jarang membuatnya saling adu mulut dengan manajer lawan. Seperti yang terjadi saat Liverpool kontra Crystal Palace, 8 November 2016.

Kala itu, Liverpool kalah 1-2 dari Palace. Gol kemenangan Palace dicetak Scott Dann, pemain yang sejak kecil menjadikan Liverpool sebagai klub idolanya. Setelah gol di menit 82 tercipta, Klopp uring-uringan ke arah Pardew.

Melihat aksi dari Klopp, Pardew dengan santai memberikan lima jari ke Klopp. Gestur ini seolah ingin menyampaikan pesan kepada Klopp, "Berbicaralah dengan tangan saya".

31 Oktober 2015, Klopp terlibat adu mulut dengan salah satu staf kepelatihan Chelsea, Jose Morais. Klopp memprotes keputusan wasit di lapangan, namun Morais justru berteriak ke arah Klopp.

Di laga kontra West Bromwich Albion, Klopp lagi-lagi berulah. Liverpool terhindar dari kekalahan usai Divock Origi mencetak gol di menit 96. Pertandingan berakhir 2-2, Klopp pun merayakan gol dengan menunjukkan ekspresi sangar ke wajah manajer WBA, Tony Pulis

Awal 2016, giliran Arsene Wenger yang dibuat jengkel oleh Klopp. Wenger sampai menegur Klopp dengan ucapan "calm down" ketika merayakan gol Liverpool.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP