Gwyneth Paltrow Tak Mau Makan Gurita, Alasannya Sangat Unik

Gwyneth Paltrow.
Sumber :
  • REUTERS/Mario Anzuoni

VIVA.co.id – Di berbagai negara Asia, gurita merupakan bahan makanan favorit. Sebut saja di Korea Selatan dan Jepang, di mana gurita menjadi kuliner istimewa yang disajikan dalam kondisi mentah maupun matang.

Sukanto Tanoto Disiapkan Lahan Investasi di IKN, Initip Gurita Bisnisnya

Namun, berbeda dengan kebanyakan orang, aktris cantik Hollywood, Gwyneth Paltrow ternyata menolak untuk mengonsumsi boga bahari satu ini.

Bintang film Iron Man itu punya alasan unik di balik keputusannya untuk tidak mengonsumsi gurita.

Belasan Aktivis Greenpeace Indonesia Bawa Gurita ke Kolam Bundaran HI Sudah Dipulangkan Polisi

"Gurita terlalu pandai untuk dijadikan makanan. Mereka memiliki lebih banyak saraf di otak mereka dibandingkan kita (manusia)," ujar Paltrow dalam sebuah pesan singkatnya kepada rekan-rekan kerjanya di Goop.

Sebagai informasi, Goop merupakan situs resmi milik Paltrow yang berisi tentang tulisan tentang gaya hidup inspiratif.

Gurita Dumbo 'Hantu' Meluncur di Laut Dalam

Pesan singkat Paltrow dalam grup aplikasi pesan instan itu di-capture oleh salah satu rekannya dan diunggah ke media sosial Twitter.

"Saya harus berhenti mengonsumsi mereka (gurita) karena saya sangat takut. Mereka bisa menyelamatkan diri dari sea world dengan membuka saluran penyaringan air, dan kabur ke laut," ucap Paltrow.

Hal yang dikatakan Paltrow memang benar adanya. Di tahun 2016 lalu, seekor gurita bernama Inky berhasil kabur dari rumahnya di National Aquarium of New Zealand.

Dilansir dari laman Huffington Post, Inky kabur dengan memanjat ke bagian atas tangki air dan meluncur setinggi 2,4 meter ke lantai. Ia kemudian masuk ke dalam pipa sepanjang 50 meter dan melarikan diri ke laut.

Banyak kasus pelarian gurita lainnya yang telah didokumentasikan selama bertahun-tahun. Ada gurita yang pernah melepas sekrup tangkinya di kebun binatang dan memanjat keluar.

"Gurita benar-benar spesial dan telah berevolusi. Mereka memiliki otak terbesar dan paling kompleks di antara hewan-hewan invertebrata lainnya di dunia," ucap Roger Hanlon, seorang profesor di Brown sekaligus peneliti di Marine Biological Laboratory di Woods Hole, Massachusetts.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya