Ahok
28 Juni 1966 - Sekarang
Ahok

Perjalanan politik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berliku dan penuh kejutan. Banyak kisah kontroversial mengiringinya. Mengawali kariernya sebagai politikus daerah hingga menaklukkan ibu kota Jakarta, kini ia bertaruh kembali sebagai petahana untuk mempertahankan kursi 1 DKI.

Pria kelahiran Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966 adalah putra pertama dari pasangan Indra Tjahja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsing (Boen Nen Tjauw) dan memiliki tiga orang adik. Ia menikah dengan Veronica Tan, dan dikaruniai tiga orang anak bernama Nicholas Sean, Nathania, dan Daud Albeenner.

Ahok menyelesaikan pendidikan SD hingga SMP di Belitung, kemudian ia melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA III PSKD Jakarta, lalu melanjutkan studinya di jurusan Teknik Geologi, Falkultas Teknik Universitas Trisakti, dan berhasil mendapatkan gelar insinyur tahun 1990.

Di usia yang cukup muda, 24 tahun, ia berhasil mendapatkan gelar insinyurnya. Ia pun kembali melanjutkan pendidikan magisternya di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya dan mendapatkan gelar Master Manajemen pada tahun 1994.

Ahok mengawali kiprahnya di dunia bisnis tahun 1992, sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada. Kemudian di tempat berbeda, tahun 1994 Basuki bekerja di PT Simaxindo dan berhenti tahun 1995. Ia memilih mendirikan pabrik pengolaan pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Pabrik miliknya adalah yang pertama di Pulau Belitung. Tahun 2004, Basuki berhasil meyakinkan seorang investor Korea untuk membangun Tin Smelter atau pelabuhan biji timah di KIAK.

Selain memiliki keahlian dalam berbisnis dan bernegosiasi, Basuki terus melebarkan sayap kariernya. Ia mulai melangkahkan karier politiknya dengan bergabung bersama Partai Indonesia Baru (PIB) pada tahun 2004 dan ditunjuk sebagai ketua DPC PIB Kabupaten Belitung.

Pada tahun yang sama dia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung hingga tahun 2009. Tahun 2005, ia maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebagai calon Bupati Kabupaten Belitung Timur dan berhasil mengantongi suara 37.19 persen bersama pasangannya Khairul Effendi, B.Sc periode 2005-2010.

Sayangnya, jabatan tersebut tidak bertahan lama. Pada 22 Desember 2006 Basuki resmi menyerahkan jabatannya kepada wakilnya. Ia memilih berheni karena mau maju Pemilihan Gubernur Bangka Belitung tahun 2007. Dalam pencalonannya itu, presiden RI keempat K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung Ahok menjadi Gubernur Bangka Belitung.

Namun, ia kalah oleh rivalnya Eko Maulana Ali dari Golkar. Karier politiknya tidak terhenti sampai di sana, pada 2009 ia mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar dan berhasil meraup 119.232 suara dan duduk di komisi II DPR.

Karier politiknya semakin menanjak. Pada tahun 2012, ia keluar dari Golkar dan masuk ke Gerindra mencalonkan diri sebagai calon wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo sebagai calon gubernur DKI. Pasangan yang diusung oleh PDIP dan Gerindra ini berhasil mengalahkan empat pasangan lainnya .

Kariernya terus melesat, dua tahun menjadi wakil, dia langsung menjadi gubernur pada usia 48 tahun menggantikan Joko Widodo yang terpilih menjadi presiden dalam Pilpres 2014. Pada masa akhir jabatannya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama Saiful Hidayat Djarot maju di Pilgub DKI 2017.

Dalam Pilgub DKI 2017, Ahok diusung oleh Hanura, Nasdem, Golkar, dan PDI Perjuangan. Sebelumnya, Ahok sesumbar maju lewat jalur non partai dengan mengumpulkan KTP oleh relawan Teman Ahok. Namun, detik-detik pendaftaran cagub di KPUD, ia menanggalkan jalur independen dan memilih jalur partai politik. (*)

     
KELUARGA      
Istri         : Veronica Tan, S.T.
Anak      : Nicholas Sean
                Nathania
                Daud Albeenner
                                                                    

PENDIDIKAN
SDN 3, Gantung, Belitung Timur, 1977
SMP 1, Gantung, Belitung Timur, 1981
SMA III PSKD Jakarta, 1984
S1, Sarjana Teknik Geologi di Universitas Trisakti Jakarta, 1990
S2, Manajemen Keuangan di Prasetiya Mulya Jakarta, 1994

 
KARIER
Direktur PT Nurindra Ekapersada, 1992
Asisten Presiden Direktur PT Simaxindo, 1994
Direktur PT. Nurindra Ekapersada, Belitung Timur, 1992 - 2005
Ketua DPC PIB Kabupaten Belitung, 2004
Anggota DPRD Kabupaten Belitung, 2004
Bupati Belitung Timur, 2005 - 2006
Anggota Komisi II DPR RI, 2009 - 2012
Wakil Gubernur DKI Jakarta, 2012-2014
Gubernur DKI Jakarta, 2014-2017