Saya Setuju Visi Prabowo dan Gerindra
- VIVA/Ikhwan Yanuar
Saya katakan sebenarnya saya sudah tidak mau berkarier lagi di pemerintahan. Saya hanya mau menikmati hari tua saya di pekerjaan saya yang sekarang ini saja. Kata Pak Prabowo, Pak Sudrajat, Presiden Donal Reagen itu mulai jadi presiden itu di umur 72 tahun, jadi tidak ada alasan lah untuk Pak Sudrajat mengatakan terlalu senior. Pokoknya saya minta Anda untuk maju jadi gubernur Jawa Barat. Saya katakan, nanti dulu Pak saya harus bicarakan dulu kepada istri dan keluarga saya.
Saya minta beri waktu saya sebulan untuk memikirkan dan mengkaji apakah saya siap untuk menjadi gubernur Jawa Barat. Kemudian, saya bicara dengan keluarga, saya melihat kebutuhan pemimpin yang kredibel untuk teman-teman di partai Gerindra dan koalisinya Partai PKS dan PAN. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali mendedikasikan diri saya kepada masyarakat untuk membangun Jawa Barat ke depan. Dan, saya katakan kepada Pak Prabowo, Pak Prabowo saya siap untuk menerima panggilan ini. Tapi, dengan satu syarat pak, apa itu? kata Pak Prabowo. Saya katakan, Pak Pilkada ini kan mahal, saya tidak bisa membantu logistik, saya tidak punya uang untuk itu. Pak Prabowo bilang, enggak usah dipikirkan itu mas, soal biaya kita cari solusinya sama-sama. Kita siapkan semuanya sama-sama, kita pakai paket hemat saja.
Ada mahar politik ketika proses Anda menjadi cagub?
Tidak. Memang paket hemat saja mau tidak mau kita harus membayar saksi. Di Jawa barat saja itu jumlah TPS nya tahun 2013 lalu itu ada 75.400 TPS, mungkin sekarang bisa mencapai 80 ribuan. Kalau satu TPS dua orang saksi, kalikan tiga hari, dan dikalikan uang makan persaksi itu Rp100ribu saja, itu berarti persatu TPS kan saya butuh sekitar Rp600 ribu, dikalikan jumlah TPS 80 ribu TPS, Anda bisa bayangkan, minimal untuk uang saksi saja bisa sampai Rp5 miliaran. Jadi, ini bukan mahar politik, tapi ini adalah cost politik.
Makanya saya bilang, Mas (Prabowo) uang dari mana saya untuk itu? Makanya beliau bilang, sudah enggak usah dipikirin, kita pakai paket hemat saja nanti. Banyak juga kok kader-kader yang mau membantu menjadi saksi di TPS-TPS. Kader-kader itu tidak diberikan uang saku tapi mereka mau berkorban mengeluarkan uang pribadinya Rp100-200 ribu untuk dirinya sendiri. Nah, ini yang saya katakan baru partai yang benar ini ya seperti ini. Kadernya mau bergotong royong.