Saya Setuju Visi Prabowo dan Gerindra

Calon Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat
Sumber :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar

Bersih Beban Politik

Lebih faktor Gerindra yang buat Anda akhirnya bersedia dicalonkan sebagai cagub?

Saya bersedia dicalonkan, satu, karena saya melihat langsung bahwa partai ini sudah menjalankan fungsi partainya dengan benar, yaitu melakukan talent coathing. Partai ini telah benar-benar mencari talenta dari warga negara Indonesia yang pantas dijadikan sebagai pemimpin.

Kedua, saya setuju dengan visi atau pemahaman Pak Prabowo dan Gerindra tentang republik ini. Tentang situasi politik, situasi ekonomi, situasi sosial, budaya, pemahaman-pemahaman tentang kebangsaan dan kenegaraan, serta kekhawatiran-kekhawatiran tentang kondisi kini itu saya sependapat. Dan saya sependapat dengan beliau itu, bisa enggak kita betulkan kondisi sekarang ini, kita rubah bersama. Jangan sampai ada penyimpangan terlalu jauh.

Jadi kita meluruskan apa yang harus lurus, terutama berkaitan dengan tentang undang-undang dasar kita, yang setelah reformasi ini banyak arah negara ini yang perlu disempurnakan. Jadi, konsen itu, bahwa adanya gap sosial, adanya gap ekonomi, adanya ketidakadilan ini terjadi makin tajam, sehingga kita melihat isu-isu itu tidak tersentuh atau tidak terangkat ke permukaan. Sehingga mudah-mudahan dengan ilmu dan pengalaman yang saya miliki bisa mengangkat isu-isu itu.

Oleh karena itu, meskipun saya tidak punya cita-cita dari awal, tapi saya meyakini bersama Pak Prabowo bahwa kami bisa melakukan perubahan untuk masyarakat Jawa Barat ini. Dan saya tidak punya beban politik, dan sebagai prajurit saya punya kewajiban untuk mengawal bangsa ini untuk tetap berada di dalam rel benar. Dari situlah saya katakan, why not?. Atas dasar persamaan pandangan itu lah semangat saya mengatakan, ya sudah, ayo kita maju. Kita terima tantangan itu sebagai calon gubernur. Dan persyaratan-persyaratan sebagai gubernur itu saya coba penuhi dengan baik.

Apa saja persyaratan yang dipenuhi?

Persyaratan elektabilitas itu menjadi kunci. Karena saya sadar orang banyak tidak mengenal saya. Kalau dari segi popularitas, mungkin saya tidak populer. Kalau dikenal orang mungkin ketika saya masih menjabat Kapuspen TNI tahun 2000 awal itu mungkin banyak orang mengenal saya karena saya sering muncul di TV. Tapi, setelah itu generasi yang usianya dibawah 35 tahun mungkin banyak yang tidak mengenal saya. Tapi, usia di atas 35-37 tahun mungkin masih banyak yang mengenal saya. Tapi, itulah modal awal saya. Sehingga memang ketika dimunculkan nama saya, ada dua respons masyarakat.