Saya Setuju Visi Prabowo dan Gerindra

Calon Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat
Sumber :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar

Politik identitas sudah jelas, karena paling tidak saya orang Islam yang mencalonkan diri sebagai gubernur di wilayah yang mayoritas pemilihnya muslim. Dalam tagline visi kampanye saya mengatakan saya ingin membangun Jawa Barat yang modern, yang maju dengan ketakwaan, aman dan sejahtera. Ketakwaan itu sendiri di Jawa Barat pemimpin harus memuliakan agama. Nilai-nilai spiritual seutuhnya harus dibangun sesuai dengan bangunlah jiwanya, bangunlah raganya. Nah, pada saat bangunlah jiwa nya itu, spiritual keagamaan itu harus ada. Sehingga ini bisa menghindari kemaksiatan, kezhaliman, korupsi dan kelakuan-kelakuan yang tidak baik. Jadi, tagline keislaman itu why not? Tapi, saya tidak mengatakan, hai orang Islam kamu harus pilih saya, tidak seperti yang saya katakan tadi, 93 persen penduduk Jawa Barat itu orang Islam, sebagai 93 persen pemegang saham, wajar kalau masyarakat Jawa Barat itu meminta pemimpinnya itu orang Islam.

Kedua, apakah sentimen Islam ini akan dibawa ke pilkada? Saya ingin mengatakan, secara langsung atau pun tidak langsung sentimen ini akan terbawa, bukan dibawa. Apalagi pengusung saya itu partai Gerindra, PAN, dan PKS. Gerindra adalah partai nasionalis religius, PAN juga partai nasionalis religius, dan PKS partai religius dan nasionalis, ketiga pengusung saya ini, ditambah lagi PPP dan PBB, sudah jelas mereka sangat religius. Jadi kalau saya menggunakan isu-isu keislaman sangat wajar, wong pengusung partai saya adalah partai yang religius.

Justru kalau 93 persen itu masyarakat Jawa Barat itu orang Islam, menjadi salah kalau isu ketakwaan itu tidak dimunculkan di daerah yang 93 persen penduduknya bertakwa. Tetapi jangan diduga, jangan disangka bahwa saya nanti akan menggunakan tagline atau isu premodial dan SARA. Kalau premodial dan SARA itu berarti sudah masuk pada diskriminatif, tapi saya akan menunjukan bahwa Islam itu sebagai agama rahmatan lil alamin.

Anda katakan di awal mempunyai kedekatan dengan etnis China yang ada di Jawa Barat, apa tidak akan menjadi boomerang buat Anda nanti?

Saya katakan, Anda boleh benci atau tidak dengan China, tetapi saya katakan Anda tidak akan bisa hidup tanpa China. Masyarakat kita itu 5 persen orang China, apakah mau kita bunuhin semuanya? Kan tidak mungkin, mereka itu adalah saudara-saudara kita semua. Nah, bagaimana kita bisa menjadi bersatu. Ketika saya menjadi duta besar di China, banyak orang mengatakan, oh ini Pak Sudrajat bisa pro dengan China nih. Saya tidak mengatakan bahwa saya pro atau anti Cina. Andai kata saya dikatakan anti China, di dalam peperangan itu, kalau saya harus berperang ada istilah maka ketahuilah musuh mu, jadi kalau kita berperang dengan China, maka Sudrajat lah yang paling tahu yang mana musuh mu. Sebaliknya, kalau kita harus berkawan dengan China, Sudrajat lah yang paling mengetahui China. Jadi, bagi saya, itulah isu-isu sempit yang diutarakan untuk menjatuhkan para kontestan dengan cara yang tidak fair.