Saya Setuju Visi Prabowo dan Gerindra

Calon Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat
Sumber :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar

Nah, dari situ memang ada tumbuh perjuangan-perjuangan yang oleh sekelompok orang itu dianggap sebagai kelompok radikal. Nah, setelah perang dunia kedua, dan setelah perang dingin tahun 90an, di mana antara Blok Barat dan Blok Timur sudah mereda, maka muncul isu-isu identitas. Banyak terutama setelah kasus bom WTC tahun 2001, itu baru mulai istilah radikalisme, fundamentalisme.

Padahal, sebelum itu di Indonesia itu hanya mengenal ekstrem kanan untuk kelompok fundamentalisme, dan ekstrem kiri untuk kelompok sosialis. Tetapi, kita dikenalkan pasca pemboman WTC itu dengan kelompok radikalisme, terorisme, fundamentalisme. Dan kebetulan isu itu muncul menyasar ke negara-negara yang mayoritas berpenduduk Islam.

Nah, kalau dikatakan bahwa Jawa Barat itu gudangnya radikalisme, saya kurang setuju sekali. Karena yang namanya gudang itu banyak sekali. Memang benar ada kasus pemboman Bali I yang tersangkanya itu Imam Samudera yang kebetulan itu dia berasal dari Banten yang dulu masih Jawa Barat. Memang kekentalan Islam di Indonesia itu ada di Jawa Barat. Bahkan, kalau di luar jawa barat itu ada di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, jadi saya ingin mengatakan No 1. Kita harus hati-hati mengatakan itu.

Jawa Barat memang 93 persen penduduknya Islam. Dan kekentalan Islam di Jawa Barat itu berbeda dengan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jadi andaikata ada orang yang berpikiran bahwa Jawa Barat itu “gudangnya” radikalisme,  ya otomatis lah, orang penduduk Jawa Barat itu Islamnya itu 93 persen. Tapi, kalau dituduhkan itu sebagai gudang radikalisme, saya tidak setuju.

Dongkrak Elektabilitas

Untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas Anda, apa yang sudah Anda lakukan?

Saya bersama-sama tim memetakan bersama-sama, ada daerah-daerah yang jumlah yang memang pemilihnya banyak, sedang dan kecil. Ada daerah penyangga seperti Bekasi, Bogor, dan Depok itu cukup besar. Kemudian, Sukabumi, Bandung Barat, sampai Tasik, itu hasil pemetaan kami itu adalah kantong-kantong masa yang cukup besar, di mana saya perlu diperkenalkan di daerah situ.

Di sisi lain, kalau kita melihat hasil perolehan partai koalisi ini pada pilkada yang lalu, misalnya perolehan suara Pak Aher yang waktu itu didukung oleh PKS, dua periode itu ada di enam titik pemetaan kita. Memang ada beberapa titik yang dari hasil pemetaan kita itu sebagai daerah yang tipis, dan ada beberapa tempat yang memang itu menjadi kantong-kantong kita. Jadi, tempat-tempat yang tebal kita pelihara, tempat-tempat yang fifty-fifty kita terus berusaha untuk meningkatkan, dan ada juga tempat-tempat yang memang kita tipis sekali, kalau diutak-atik juga enggak tambah itu ada juga kan, tapi itu tetap dikerjakan.