Saya Setuju Visi Prabowo dan Gerindra

Calon Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat
Sumber :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar

Jadi memang ada strategi-strategi masing-masing. Untuk awal ini memang saya fokus pada memperkenalkan diri saya kepada masyarakat. Tapi karena waktu dan tempat yang terbatas dari diri saya, maka saya menggunakan juga sosial media untuk kampanye memperkenalkan diri saya, memperkenalkan kepada jaringan-jaringan partai, relawan-relawan partai, semuanya dikerjakan bersama-sama.

Mesin partai semuanya berjalan door to door, mereka menjelaskan kepada masyarakat, bukan hanya memperkenalkan sudrajat itu siapa? Tapi, juga mereka memperkenalkan visi-misinya Sudrajat itu seperti apa di Jawa Barat ini.

Anda sadar kalah elektabilitas, lantas apa yang Anda jual dalam kampanye?

Begini saya tidak bisa mengiklankan diri saya sendiri, kalau memang partai pengusung saya menganggap bahwa saya layak dijual, maka partai lah yang mengiklani saya. Dan keunggulan saya cuma satu, mungkin diantara semuanya saya bisa dikatakan orang yang lebih berpengalaman, karena diantara semuanya saya yang paling senior, saya orang yang purna, dan saya punya latarbelakang yang cukup jauh. Silakan, masyarakat menilai saya dari aspek pendidikan, dari aspek pengalaman, karier, dan track record saya Alhamdulillah saya sampai sekarang tidak pernah terlibat dalam kasus yang melanggar undang-undang. Dan itu lah yang bisa saya sampaikan kepada masyarakat.

Kalau soal janji, soal konsep tentu itu bisa sambil jalan. Karena saya juga tidak mau membangun janji yang kira-kira saya tidak bisa laksanakan. Kalau saya perhatikan, mungkin banyak calon-calon yang mengumbar janji, bahkan dari setengah janjinya mengibuli rakyat, yang sebetulnya itu harus dihitung dulu. Sehingga saya tidak mau memberikan janji-janji yang tidak memiliki dasar.

Nah, rakyat kita itu masih banyak yang belum bisa melihat apakah janji seseorang itu benar-benar memiliki dasar atau tidak, apakah janji itu benar bisa dikerjakan atau tidak, kasihan rakyat kita. mudah-mudahan pilkada sekarang ini mulai ada nilai-nilai pendidikan politik kepada masyarakat, karena untuk menentukan pilihan politik itu tidak gampang.

Apakah Anda akan menggunakan strategi mengusung isu politik identitas mengingat penduduk Jawa Barat ini 93 persen muslim?