Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica
- VIVA/Dhana Kencana
Jadi, profiling terhadap masyarakat itu harus lengkap. Harapan mereka itu kalau kita datang itu cukup mendengar dan mencatat, tugas kita menyuarakan harapan mereka, itu strateginya. Jadi, saya katakan kepada teman-teman di daerah untuk datang ke masyarakat dan mencatat, tidak perlu banyak bicara. Itu salah satu strategi merebut hati masyarakat.
Kami sudah memetakan kantong-kantong masyarakat di dapil tertentu. Kami sudah memetakan, sampai pada tingkat "oh di daerah itu engga usah diotak-atik," itu sudah ada yang punya tokoh dan lain sebagainya. Itu yang kita lakukan. Jadi dengan kemampuan IT, dengan stamina yang kita punya, strategi itu yang akan kita lakukan ke bawah.
Partai Garuda punya tim ahli khusus?
Iya lah. Saya ini orang IT, kita punya tim khusus, orang kita semua yang pegang IT.
Menjelang Pilpres nama yang paling mencuat itu hanya Jokowi dan Prabowo. Kalau melihat kondisi masyarakat dan politik hari ini, siapa yang paling merepresentasikan partai Garuda?
Saat ini, kami masih terus memonitor. Kami belum bisa memutuskan, mungkin waktunya belum tepat juga ya. Saya kira sebagian besar masyarakat kalau diberi pilihan lebih banyak akan lebih senang. Sebagai idealisme politik dalam berdemokrasi, banyak pilihan akan lebih bagus, jadi kami masih menunggu. Mungkin, nanti ada tokoh ketiga, atau mungkin sampai tokoh keempat. Bahkan, kami sangat berharap presidential threshold itu dihilangkan. Menurut kami, masyarakat harus banyak diberikan kesempatan, karena memang kita ini kan one man one vote. Jadi, saya kira baiknya dilepas saja masyarakat ingin memilih siapa tanpa harus dibatasi dengan presidential threshold ini. Saya kira itu sih. Kalau kami ditanya kami ke arah mana, kami belum menentukan sikap sampai hari ini, tapi kami memonitor terus.
Sejumlah partai baru, saat ini sudah menentukan pilihan atau dukungan, misalnya PSI dan Perindo sudah memutuskan mendukung Jokowi di 2019. Mereka berharap, ada Jokowi Effect di Pileg 2019 nanti. Bagaimana Garuda melihat Jokowi Effect itu?
Gini, politik itu cair sekali. Hari ini memilih ini, besok bisa berubah. Kalau bicara Jokowi Effect, tentu itu adalah hal yang baik. Tapi anda harus ingat, pendukung Jokowi itu kan partainya juga bukan hanya satu partai, sudah banyak partai yang berharap Jokowi effect juga. Jadi, itu harus dibagi juga. Jangan salah, partai politik pendukung Prabowo juga sudah banyak, jadi effect yang diharapkan itu juga pastinya akan terbagi dengan partai-partai pendukung figur itu. Intinya adalah, Jokowi Effect atau Prabowo Effect itu memang betul itu ada, tapi itu belum tentu berpengaruh pada partai politik, belum tentu mempengaruhi suara partai politik dengan signifikan.