Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica

Ketua Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Artinya, Anda tidak merasa ketokohan seseorang bisa memengaruhi suara partai anda nanti?

Justru, saya ingin menjadikan kader-kader saya sebagai tokoh di daerahnya. Saya minta pada mereka agar berhasil mengambil kursi pimpinan di daerahnya masing-masing. Setiap saya datang ke daerah, saya mendorong mereka agar bisa mengambil kursi kepala daerahnya. Nah, bagaimana cara mengambil kursi kepala daerah? Saya minta kepada kader saya di daerah untuk memastikan Partai Garuda mendapat kursi yang cukup. Saya pastikan, saya tidak akan buang suara partai saya, saya tidak akan berikan rekomendasi kepala daerah kecuali kepada kader kami sendiri. Jadi, mereka juga percaya diri untuk menjadi bupati, wali kota, gubernur. Mereka percaya diri, dan itulah perjuangan kita.

Anda adalah seorang profesional, pernah menjadi Dirut TPI, artinya secara finansial sudah mencukupi. Mengapa masih tertarik terjun ke politik?

Saya ini biasa berorganisasi. Sejak SMP, saya sudah ketua remaja masjid di dekat rumah. SMA, saya masuk OSIS, Ketua ROHIS. Ketika kuliah, saya ketua senat. Kemudian, waktu saya S2 di Inggris, saya menjadi ketua Chairman Students Representative. Anggotanya itu orang bule semua, dan saya yang pimpin waktu itu. Di Inggris, saya juga menjabat Bendahara Umum di PPI. Berorganisasi, bersosialisasi, sudah menjadi kesukaan dan hobi saya. Karena, di organisasi ada hal-hal yang menjadikan kita bisa terus belajar, juga kesempatan memberikan sumbangsih pemikiran saya. Kalau egonya saya, mungkin saya mau banyak belajar di sini, saya juga senang ketemu banyak orang. Saya itu tidak pernah ada hambatan, siapapun komunikasi sama saya, saya ayo saja.

Buat saya, sebagai profesional yang bisa menikmati hasil pekerjaan saya hanya kantor, pegawai dan lingkungan keluarga saja. Tetapi, kalau bisa duduk di pemerintahan, di DPR, mungkin yang bisa menikmati akan lebih luas lagi, masyarakat luas akan menikmati apa yang saya kerjakan.

Banyak yang mengaitkan Partai Garuda sebagai kepanjangan Cendana, karena Anda pernah di TPI dan ada kaitan dengan Mbak Tutut?

Saya kira, pemikiran seperti itu sah-sah saja. Karena, memang sejarahnya saya pernah kerja sama dengan Ibu Tutut Soeharto. Dan, itu tidak bisa dihapus. Itu sama halnya dengan sejarah saya pernah maju menjadi caleg dari Partai Gerindra, jejak digital itu semua pasti ada. Tapi faktanya, kami tidak terkait sama sekali dengan keluarga Ibu Tutut. Jadi, sebenarnya saya juga kasihan  dengan keluarga Ibu Tutut, karena selalu dikait-kaitkan dengan saya.