Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica

Ketua Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Apakah pemilihan nama Garuda juga terkait dengan sasaran generasi Milenial?

Ya, ini ada hubungannya mengapa kami mengambil nama Garuda sebagai nama partai. Pertama, siapa yang tidak kenal Garuda? Kalau partai lain mencoba membuat dan mencari nama partainya, setelah ketemu mereka mencoba memperkenalkan nama partainya ke seluruh kalangan agar dapat familiar di kuping masyarakat. Tapi kami, begitu membuat nama Partai Garuda, dan akan memperkenalkan nama partai, pasti langsung mudah diingat. Saya pastikan dua,tiga, bahkan lima tahun mendatang orang tidak akan lupa dengan nama partai kami. Karena nama Garuda sudah tidak asing.

Kedua, untuk generasi Milenial, jika diperkenalkan dengan nama-nama baru yang asing pasti sudah pusing duluan, makanya kita carikan nama untuk mereka yang mudah dan bisa masuk. Ketiga, logo atau lambang yang kami gunakan. Sebelum menggunakan logo tersebut, kami lakukan survei kecil-kecilan. Sederhana, tanya pada 10 orang apakah mereka senang dengan lambang ini, laku 11 orang menjawab senang. Maka lambang ini disukai.

Keempat, pada saat partai politik lain bicara salah satu sila dari pancasila, kita sudah berbicara lambang negara, Garuda Pancasila. Dan, itu yang kita perjuangkan, jadi yang kita perjuangkan tidak hanya satu sila saja, tapi lima sila dalam pancasila dengan lambang Garuda Pancasila.

Biasanya parpol memiliki tokoh yang menjadi figur sentralnya, namun itu tak terjadi di Garuda. Anda yakin tak butuh tokoh yang mampu memberi pengaruh untuk partai?

Pertama, kami lebih percaya pada sistem yang ada. Jauh sebelum verifikasi dilakukan kami sudah mempelajari semua persyaratan, semua tahapan dari undang-undang atau ketentuan yang ada. Bahwa memang kekuasaan ini harus direbut,tapi caranya kan tetap harus konstitusional. Caranya tiga itu tadi, pertama pendaftaran di KPU, verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Dan kami mempersiapkan sistem untuk mempersiapkan itu, kita terus terang paling advance lah kalau bicara teknologi. Mulai dari pendataan, KPU itu kan punya cara atau algoritmanya sendiri, sehingga mereka mengeluarkan yang namanya F2. F2-nya ini urutannya tidak selalu urutan nama sesuai abjad. Mereka punya cara tersendiri, dan kami benar-benar mempelajari itu sejak lama.