Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica

Ketua Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Jadi Anda bukan kader Partai Gerindra?

Tidak. Tapi pada waktu itu, yang menjadi caleg kan diharuskan punya KTA (Kartu Tanda Anggota). Jadi, KTA dibikin pada waktu saya ingin menjadi caleg saja. Ya, jujur saya diberikan privilege saat itu di Gerindra. Tapi kan, sisanya saya bekerja sendiri. Tapi saya buktikan, saya kerja praktis hanya satu bulan, tapi saya berhasil memperoleh suara nomor dua terbanyak saat itu. Hitungan saya sih, sebenarnya saya menang waktu itu, tapi entah mengapa hanya nomor dua saja.

Apakah mendirikan Partai Garuda adalah bentuk kekecewaan Anda dengan partai Gerindra?

Tidak, sama sekali tidak karena itu. Kalau saya tetap di Gerindra, saya mau ditaruh di mana. Partai itu sudah cukup mapan dengan kursi yang sangat cukup. Pikiran saya, kalau saya ingin mengambil peran lebih, mendingan saya membuat partai sendiri dari pada bergabung di partai yang ada. Dan, itu yang kami lakukan. Dengan membuat partai sendiri, ini akan memberikan keleluasaan buat kita juga.

Dengan membuat partai sendiri, Anda akan berkompetisi dengan kakak Anda. Bagaimana menghadapinya?

Masalahnya di mana? Saya tidak melihat ada permasalahan di situ. Jangankan adik-kakak, suami istri beda partai aja ada kan, Bapak dan anak beda partai juga ada, bahkan bapaknya ketua umum, anaknya partai lain juga ada kan. Keyakinan agama dalam satu keluarga juga banyak yang beda, apalagi cuma masalah partai. Jadi, tidak ada masalah saya kira.

Selanjutnya, anggota partai punya basis kader>>>

Biasanya, anggota partai punya basis kader dengan kecenderungan tertentu. Bagaimana dengan Partai Garuda?

Saya ini pernah menjadi Ketua KNPI, saya juga aktif di pengurus HIPMI. Percaya atau tidak, tidak satu pun pengurus KNPI, maupun pengurus HIPMI yang saya kenal bergabung di sini.

Lalu, jaringan yang digunakan di daerah itu jaringan apa?

Kita mensosialisasikan partai ini dan merekrut kader untuk partai ini, bukan hanya mengandalkan basis tertentu saja. Waktu di HIPMI, saya Ketua OKK DPP Hipmi, saya kan juga sering ke daerah-daerah. Selama di daerah, yang saya temui juga banyak sekali, bukan hanya anggota atau pengurus HIPMI saja. Di KNPI juga seperti itu, dua periode di Ketua DPP KNPI itu banyak sekali yang saya temui, dan itu bukan hanya jaringan KNPI saja, banyak juga jaringan lain. Kita makhluk sosial, ditempatkan di mana saja kita pasti akan mampu berkomunikasi.