Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica

Ketua Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

Saya kembalikan kepada Anda, kepada masyarakat luas, apakah selama ini aspirasi Anda atau masyarakat merasa dapat langsung diterima oleh wakil rakyat di DPR RI? Kan tidak.

Menurut saya, satu-satunya cara untuk menyampaikan suara rakyat, aspirasi rakyat, adalah mengajak rakyat bergabung dan masuk bersama-sama ke parlemen melalui Partai Garuda. Katakanlah, sebesar apapun tekanan rakyat kepada pemerintah, katakan gerakan 212 yang lalu, yang besar itu, itu juga tidak jadi apa-apa kan. Saya yakin, kalau setengah dari gerakan 212 itu masuk parlemen, saya yakin akan berubah bangsa ini. Jadi, saya ini memang sangat pragmatis dengan kekuasaan. Saya bilang, kalau kita tidak pragmatis terhadap itu, kita tidak akan mengejar. Tolong dicatat satu hal, senior-senior kita tidak pernah memberikan peluang kepada kita yang muda-muda ini. Tidak pernah ada bahasa, “Dik, dinda, tolong diteruskan bangsa ini,” tidak pernah ada bahasa itu. Jadi, harus kita rebut. Dan, saya merasa, kami ini generasi muda, punya energi lebih, kita bisa melakukan itu.

Kabarnya, partai Anda mendapat dukungan dari tokoh atau sesepuh Partai Gerindra?

Sesepuh itu siapa yang dimaksud? Jujur, di partai kami satu pun tidak ada orang partai lain. Tapi, kalau untuk teman berdiskusi, bertukar pikiran atau wawasan, tentu bukan hanya tokoh Partai Gerindra saja. Semua yang kami anggap senior, semua yang kami anggap bisa memberikan masukan kepada partai, kami ajak komunikasi. Jadi, banyak sebetulnya tokoh senior yang kami ajak bicara, kami ajak diskusi. Bukan hanya Partai Gerindra saja, hampir semua partai sebetulnya. Kebetulan saya ini teman di DPR RI juga banyak. Hampir semua fraksi ada, semua komisi ada, saya pastikan saya banyak kenal dengan semua anggota partai lainnya. Mereka itu semua jadi teman-teman diskusi kami.

Dulu Anda pernah jadi caleg dari Partai Gerindra. Kenapa memilih berpartai sendiri dan tidak meneruskan karir di Partai Gerindra?

Betul sekali itu. Dulu saya jadi caleg diminta oleh kakak kandung saya. Kebetulan, kakak saya salah satu ketua di DPP Gerindra. Waktu itu, kakak saya mau maju DPR RI di Jakarta Timur. Karena saya pernah jadi Ketua KNPI, jadi mungkin dianggap dapat membantu. Tetapi, saya kurang beruntung waktu itu. Perolehan suara saya kedua terbanyak, jadi tidak mendapat kursi. Kenapa saya tidak meneruskan di situ? Karena, waktu itu saya bukan sebagai pengurus Partai Gerindra, dan saya maju karena di minta kakak saya.