Jangan Tiru Model Kampanye di Amerika

Ketua KPU DKI Jakarta Soemarno
Sumber :
  • VIVA.co.id / Irwandi

Bagaimana antisipasi pengamanan surat suara usai pemilihan?

Kami antisipasi itu bekerja sama dengan kepolisian. Jadi kepolisian yang menyiapkan pengamanan dan teknisnya. Insya Allah kalau di Jakarta tidak ada itu karena dari sisi geografis kan juga sangat mudah di Jakarta itu.

Jakarta itu seperti rumah kaca. Mau ngapain di Jakarta, mau ngumpet di Jakarta, mau lirik kanan-kiri di Jakarta itu semua akan ketahuan. Jadi saya kira tidak ada tempat bagi siapa pun melakukan kecurangan di Jakarta.
Meskipun demikian, kerawanan-kerawanan tetap saja harus diantisipasi karena itu KPU DKI selalu melakukan kordinasi dengan Panwas, Kepolisian.

Berapa total jumlah penyelenggara pemilu keseluruhan?

Total jumlah penyelenggara pemilu di Jakarta itu dari tingkat KPPS sampai tingkat provinsi itu sekitar 145 ribu petugas. Jadi memang cukup besar petugas kami. Jadi per TPS itu 7 orang KPPS plus 2 orang pengawas (Panwaslu), kalikan saja dengan 13.000 TPS, banyak sekali. Kemudian PPSnya ada 3 orang, terdiri dari ketua, wakil dan sekretarisnya.

Bagaimana imbauan untuk masyarakat agar Pilkada Jakarta  berjalan dengan baik?

Ini kan momentum yang sangat penting bagi seluruh masyarakat dalam menentukan siapa gubernurnya untuk masyarakat Jakarta. Hanya dengan momen Pilkada ini rakyat bisa ikut berpartisipasi secara politik langsung. Kalau ini tidak dimanfaatkan tentu sangat disayangkan sekali. Momentum ini akan hilang begitu saja karena harus menunggu lima tahun mendatang.

Jangan kemudian berpikiran bahwa tidak penting memilih calon gubernur itu. Semua sangat menentukan siapa gubernur DKI Jakarta lima tahun ke depan.

Lalu apa imbauan Anda untuk para calon?

Untuk calon, mereka kan tokoh masyarakat, mereka orang-orang yang dihormati, dan terdidik. Jadi tidak ada pilihan bagi mereka selain memberikan keteladanan kepada masyarakat. Jangan asal ngomong yang bisa memancing masyarakat dan membuat suasana pilkada jadi semakin panas.

Pada 2012, baru berdasarkan hitung cepat, Pak Fauzi Bowo (gubernur DKI petahana ketika itu) melakukan konferensi pers dan mengatakan selamat untuk Pak Jokowi (saat itu terpilih menjadi gubernur DKI ). Rakyat yang waktu itu memanas juga tenang. Pak Jokowi menyambut dengan meminta para pendukungnya untuk tidak merayakan kemenangan di jalan-jalan raya. Itu indah sekali.