Kisah Polisi Kebanjiran Rezeki Setelah Bangun Masjid

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Iriawan (kanan) saat gotong jenazah Italia.
Sumber :

VIVA.co.id – Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, ternyata sempat mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Salah satu yang sempat membuatnya terpuruk adalah ketika nyaris kehilangan adik yang dicintainya selama ini. Iriawan sempat pasrah ketika dokter kewalahan menyembuhkan penyakit adiknya itu.

“Tapi saya yakin, saya lakukan usaha dan doa pada Allah SWT, termasuk saya gelar pengajian dan rutin ke masjid. Akhirnya, kun fayakun, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT,” kata Iriawan di hadapan jajarannya di Polres Depok, Jumat, 24 Juni 2017.

Dia menambahkan, dengan izin Allah akhirnya adiknya bisa berkumpul bersama keluarga ke rumah. “Sudah bisa beraktivitas kembali. Padahal saya sudah bilang ke Wakapolda, tolong persiapkan (kebutuhan proses pemakaman), saya sudah tidak kuat, mungkin adik saya akan tidak ada. Jadi saya sampai sudah begitunya. Tapi ya itu tadi, kalau Allah sudah berkehendak, jangankan nyawa, alam ini kalau di balik dalam sekejap juga bisa bagi Allah SWT,” tuturnya.

Terkait hal itu, Iriawan pun mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Kapolresta Depok, Komisaris Besar Herry Heryawan dalam merenovasi Masjid Al Ikhlas yang berada di lingkungan Polresta Depok.  

“Ini salah satu wujud kerja Anda (Herry Heryawan) sebagai Kapolres bangun masjid, buka untuk umum biar anggota semua berkah,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Apa yang dilakukan Herry juga sempat dialami Iriawan ketika dia menjabat di wilayah Tegal, Jawa Tengah. Ia bahkan menolak jabatan strategis sebagai Kapolres di Klaten, Jawa Tengah, lantaran merasa harus menyelesaikan misinya membangun sebuah masjid yang bagus di Tegal.

“Jadi, ada musala lama punya Pak Muslihat sudah jelek sekali. Tapi saya niat, saya minta didoakan untuk bangun masjid. Waktu itu memang jarang masjid bagus di sana (Tegal). Akhirnya saya bangun, dan ada keajaiban-keajaiban yang saya rasakan, Allah Maha Besar,” katanya.

Kebanjiran rezeki

Masjid belum sampai seratus persen jadi. Tiba-tiba, Iriawan dipanggil Kapolda Jawa Tengah. 

“Katanya saya mau dipindahkan ke Klaten. Nah Klaten itu salah satu Polres yang top di Jawa Tengah. Tapi saya bilang, Pak jangan Pak. ‘Loh kenapa Wan’, katanya. Saya bilang, masjid saya belum jadi. Terus Kapolda bilang, ‘nanti juga Kapolres yang baru yang bikin’,” kata Iriawan menirukan perbincangannya dengan Kapolda saat itu.

“Tapi saya bilang, mohon maaf, Pak. Nanti kalau penggantinya tidak bersedia, kalau tidak seiman, belum tentu diteruskan. Saya bilang tolong, Pak jangan kasih ke orang lain, saya ingin masjid ini jadi untuk bekal saya ke alam baka. Saya berharap masjid ini jadi amal ibadah. Akhirnya benar, pas itu nama saya diusulkan Kapolda tidak ada,” ucap Iriawan.

Tak lama berselang, akhirnya masjid tersebut diresmikan oleh Kapolda bersama Ketua MUI Jawa Tengah. “Setelah masjid jadi, dua minggu berikutnya ternyata saya pindahnya lebih bagus. Saya ternyata diangkat jadi Wakil Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Itu naik jabatan prestius. Itulah kebesaran Allah SWT. Begitu juga nanti terjadi pada Anda, Pak Herry. Semoga dengan merenovasi masjid ini, Bapak akan promosi lagi yang lebih bagus,”  kata Iriawan. 

Tak hanya meresmikan masjid di Polresta Depok, Iriawan yang didampingi Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, juga sempat memberikan penghargaan pada Kapolres dan Tim Jaguar atas dedikasinya pada masyarakat. (ase)