Serka Darwis, Pahlawan Gondola dari Ranteangin

Serka Darwis membantu sejumlah pelajar untuk menyeberangi Sungai Ranteangin di Desa Maroko Kolaka Utara Sulawesi Tenggara.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Jojon

VIVA.co.id – Muhamad Darwis, demikian nama anggota Babinsa Kodim 1412/Kolaka ini tertulis di dadanya. Sudah setahun lebih, setiap harinya lelaki ini bergelantungan di tali penyeberangan darurat yang membentang di Sungai Ranteangin Kabupaten Kolaka Utara.

Berbekal selembar papan yang sudah diikat dengan dua batang bambu yang sudah dimodifikasi seperti tempat duduk. Serka Darwis pun berulang-ulang menyeberangi sungai yang memiliki kedalaman hingga enam meter itu dengan cara meniti kawat besi.

Di atas papan sepanjang tak sampai dua meter itu, duduklah dua atau tiga anak sekolah dan Serka Darwis. Lalu mereka meluncur pelan ke tepi sungai di seberang.

"Saya tulus dan ikhlas melakukan itu. Demi anak-anak itu bisa bersekolah," ujar Serka Darwis seperti dikutip dalam laman resmi Korem 143 Halu Oleo, Jumat, 11 Agustus 2017.

Baca Juga:

Di Desa Maroko Kecamatan Ranteangin Kabupaten Kolaka Utara tempat Serka Darwis bertugas memang tak memiliki jembatan untuk penyeberangan.

Sementara sekolah bagi anak-anak desa hanya ada di desa seberang sungai. Karena itulah, jembatan penyeberangan darurat yang dikenal dengan sebutan Gondola itu menjadi satu-satunya alat transportasi paling efektif.

"Bagi saya ini pengabdian untuk membantu kesulitan rakyat," ujarnya.

FOTO: Warga bersama sepeda motornya berada di atas Gondola yang menghubungkan Desa Maroko dengan Desa Tinokari di Sulawesi Tenggara/ANTARA FOTO/Jojon

Kehadiran Serka Darwis di Ranteangin sejak tahun 2009, diakui memang telah memberi inspirasi. Pria kelahiran Bulukumba 48 tahun lalu itu, telah menebar kebaikan bagi empat desa binaannya yakni Desa Ranteangin, Landolia, Rantebaru dan Maroko.

Dan karena itu juga, warga setempat menghadiahkan Serka Darwis sebuah rumah sekaligus menjadi Pos Babinsa berukuran 7x9 meter kepadanya.

Penasaran, bagaimana perjuangan Serka Darwis menyeberangkan anak-anak di Rantengin untuk bersekolah? Simak video ini: