PSSI Minta Liga 1 dan Liga 2 Ditangguhkan, Ada Peluang Klub Menolak

Logo PSSI
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – PSSI mengambil keputusan lanjutan terkait penangguhan Liga 1 dan Liga 2 musim ini. Dalam surat tertanggal 18 Maret 2020, mereka meminta kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk berkoordinasi dengan klub terkait perpanjangan keputusan tersebut.

Landasan PSSI mengambil keputusan itu karena ancaman virus corona yang masih membayangi Indonesia. Pemerintah melalui Ketua Gugus Tugas Pencegahan Penularan Virus Corona, Doni Monardo menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) diperpanjang hingga 29 Mei 2020. Liga 1 dan Liga 2 pun harus mematuhi instruksi tersebut.

(Baca juga: Penghentian Liga 1 Diperpanjang, PSSI Harus Pikirkan Duit Klub)

Awalnya Liga 1 dan Liga 2 cuma dihentikan dalam waktu dua pekan, terhitung sejak 16 Maret 2020. Namun, PSSI melihat masih adanya ancaman penyebaran virus corona di Indonesia dan perpanjangan KLB, bisa dipastikan berdampak kepada pengurusan izin keramaian.

"Pencabutan atas penghentian Liga 1 dan Liga 2 akan menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai penyebara COVID-19 di Indonesia, yang akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI," demikian kutipan surat PSSI kepada PT LIB.

Berselang tiga hari kemudian, PT LIB melanjutkan pemberitahuan itu kepada klub peserta Liga 1 dan Liga 2. Mereka meminta masukan kepada klub terkait dengan masalah ini, termasuk memberi gambaran mengenai kondisi di masing-masing daerah.

"LIB meminta kepada seluruh klub peserta Liga 1 dan Liga 2 2020 memberikan masukan terkait kelanjutan pelaksanaan musim 2020 termasuk penentuan penjadwalan dan izin keamanan dengan mengacu kebijakan dan keadaan persebaran COVID-19 di daerah masing-masing," tulis PT LIB dalam suratnya.

Surat dari PSSI kepada PT LIB menyiratkan keinginan agar Liga 1 dan Liga 2 benar-benar disetop sampai ada perkembangan positif dari penanganan virus corona. Namun, membaca dari PT LIB kepada klub, kemungkinan untuk menolak keinginan PSSI jadi terbuka, karena ada waktu untuk memberi tanggapan sampai 23 Maret 2020.

Tanda-tanda resistensi dari klub terkait penghentian kompetisi sudah muncul. Salah satunya dari Sriwijaya FC yang mendesak agar Liga 2 2020 dilanjutkan dan mereka sudah berkirim surat secara resmi kepada PT LIB.

"Kita meminta Liga 2 dilanjutkan. Dan kita sudah sampaikan permintaan ini dalam bentuk surat tertulis kepada PT LIB, perihal saran lanjutan kompetisi Liga 2," kata Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, Jumat 20 Maret 2020.

Sriwijaya FC menyertakan alasan mengapa meminta Liga 2 2020 dilanjutkan. Sebab, mereka sudah kadung memiliki ikatan kontrak dengan anggota tim dan juga sponsor.

"Pertimbangan yang tidak kalah penting kami sampaikan, yakni mengingat klub telah melakukan ikatan kontrak dengan offisial, pemain dan sponsor," tutur Hendri.

Sriwijaya FC sempat menuai kritik karena meminta kompetisi dijalankan meski wabah virus corona terus menghantui. Mereka dianggap tidak memikirkan kesehatan.

Setelah mendapatkan surat dari PT LIB terkait meminta masukan. Melalui Instagram resminya Sriwijaya FC membuat penegasan. "Memang menjadi pendobrak, selalu dipenuhi pro dan kontra."

Baca juga

Merinding, Kisah Mencekam Istri Kapten PSG Lolos dari Virus Corona

4 Pesepakbola yang Jatuh ke Pelukan Hot Mom

Gokil, Messi Punya 'Butik' Pribadi Tampung Jersey Koleksinya