Gara-gara Kurang Tidur, Organ Tubuh Rusak dan Cepat Marah

Ilustrasi Marah
Sumber :
  • www.iluvislam.com

VIVA – Perkembangan teknologi banyak memengaruhi kehidupan manusia saat ini. Termasuk gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari. Salah satu aspek yang juga banyak terpengaruh dari kemajuan teknologi ini adalah pola tidur.

Kemudahan informasi, membuat kita semakin banyak dibanjiri informasi yang mau tak mau mengakibatkan banyak berpikir. Hal tersebut berdampak pada sulit tidur tepat waktu atau tidur menjadi lebih larut, bahkan bisa memicu insomnia.

Padahal, tidur merupakan faktor penting yang menentukan kesehatan tubuh selain olahraga dan makan sehat. Menurut konsultan kesehatan Edward Yong, tak seperti olahraga dan makan, tidur yang bermasalah mengakibatkan efek yang sifatnya langsung terasa.

"Kurang tidur dalam jangka panjang, banyak dikaitkan dengan penyakit serius dan menjadi penyebab utama banyak penyakit," ujar Edward saat ditemui di sebuah acara di Jakarta baru-baru ini.

Gangguan tidur atau tidur yang kurang dalam jangka panjang, lanjut Edward, berpotensi menyebabkan hipertensi, diabetes, bahkan kanker. Sebagian penyakit bisa saja diobati secara medis, tapi tidak sedikit yang harus melalui perawatan di luar medis dalam jangka panjang, tanpa harapan membaik.

Yang lebih buruk, kurang tidur bisa memengaruhi kehidupan sosial seseorang. Edward menjelaskan, kualitas tidur yang buruk bisa memicu gangguan yang memengaruhi kepribadian seseorang yang pada akhirnya bisa mengakibatkan depresi, memicu argumen dalam hubungan sosial, tidak hanya dengan teman, tapi juga keluarga.

"Ada banyak kasus juga di mana tidak cukup tidur bisa mengancam risiko kerja. Banyak terjadi cedera yang memicu kematian, ini timbul dari masalah tidur yang diabaikan," lanjut Edward.

Jadi, tidur yang cukup mutlak diperlukan untuk kesehatan fisik dan mental kita.