Justin Bieber Terkena Penyakit Lyme Karena Gigitan Kutu, Ini Bahayanya

Justin Bieber.
Sumber :
  • Twitter/justinbieber

VIVA – Kabar menghebohkan datang dari penyanyi Justin Bieber. Beberapa waktu lalu mantan kekasih Selena Gomez ini mengaku di akun Instagramnya kalau dirinya mengidap penyakit Lyme (Lyme Disease) dan Mono Kronik (Chronic Mono).

Awalnya netizen mengira Justin mengonsumsi narkoba karena ia sering terlihat pucat dan lemas, namun nyatanya itu karena efek dari penyakitnya.

"Banyak orang yang bilang wajahku terlihat buruk karena pengaruh narkoba, namun mereka salah sangka. Saya baru-baru ini mengidap penyakit Lyme, tak cuma itu saja saya juga mengidap penyakit Mono Kronik yang cukup serius sehingga berdampak pada kulit, fungsi otak, energi dan keseluruhan kesehatan saya," tulisnya.

Penyakit Lyme yang diderita Justin rupanya juga banyak terjadi pada penduduk di dunia. Dilansir laman CDC, penyakit Lyme merupakan infeksi yang disebabkan bakteri genus Borrelia sp yang ditularkan lewat gigitan kutu jenis .

Penyakit tesebut bisa menjangkiti dan mengganggu berbagai sistem organ tubuh. Kutu jenis Ixodes merupakan kutu yang memiliki kemampuan mengisap darah sebagai makanan, baik darah manusia maupun darah hewan.

Penyebabnya?

Penyebab umunya, penderita Lyme biasanya sering 
beraktivitas di area berumput. Karena kutu pembawa penyakit Lyme seringkali tinggal di daerah berumput. Selain hidup di kulit rusa, kutu pembawa penyakit ini juga dapat hidup di kulit tikus dan hewan pengerat lainnya. 

Penyebab umum lainnya adalah penderita Lyme tidak rajin membersihkan tubuh, dan sering menggunakan pakaian terbuka.

Gejala penyakit Lyme?

Penyakit Lyme memiliki beragam gejala, dan biasanya muncul secara bertahap berdasarkan stadium.

Pada stadium 1, penyakit Lyme ditandai dengan munculnya ruam yang berbentuk lingkaran. Ruam ini merupakan pertanda bahwa bakteri berkembang biak di dalam pembuluh darah. 

Pada stadium 2 (biasanya 2 minggu setelah gigitan kutu) biasanya pasien mengalami flu, demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, pembesaran kelenjar getah bening, kelelahan, sakit tenggorokan, gangguan penglihatan hingga komplikasi meningitis, gangguan saraf, dan penyakit jantung. 

Pada stadium 3, gejala yang timbul di antaranya artritis pada salah satu atau lebih dari satu sendi, terutama sendi besar seperti lutut, mati rasa pada tungkai dan lengan. Jika tak segera ditangani pasien akan mengalami 
aritmia, gangguan ingatan jangka pendek, sulit diajak berkomunikasi, sakit kepala berat, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan mental.