Menggantung FPI

Massa dari Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi mengawal sidang putusan gugatan praperadilan atas SP3 kasus Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, 24 Oktober 2018.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Lebih dari itu, Sobri mengemukakan hanya orang-orang maksiatlah yang minta FPI dibubarkan. Sebab, kenyataannya FPI selalu melakukan kegiatan yang tentram dan membawa simpati masyarakat.

Misalnya kegiatan 212. Dia menegaskan kegiatan yang digagas FPI selalu taat jalur hukum juga, serta aman dan damai.

"Nah, itu jadi kalau sebatas, mungkin orang-orang yang doyan maksiat ya biasanya mereka yang minta supaya FPI dibubarkan. Enggak masalah," ujarnya.

Sobri mengatakan FPI sudah menyiapkan daftar ulang kembali ke Kementerian Dalam Negeri soal izin tersebut. Sobri menyebut pihaknya akan mengikuti prosedur yang ada seperti biasa mereka lakukan selama ini.

"Sebelum waktu habis akan kita daftarkan ulang lagi. Jadi santai saja. Jadi FPI semuanya jalurnya prosedural. Insya Allah taala buat FPI normal-normal saja. Karena dari dulu kita di atas jalur hukum," katanya lagi.

Pancasila dan UUD 1945

Tidak lama setelah munculnya petisi itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kemudian angkat bicara. Dia mengatakan setiap ormas yang habis masa berlakunya maka bisa diperpanjang dan mengajukan kembali kepada Kemendagri dan nantinya akan dievaluasi.