Muslihat Kerajaan Abal - abal
- VIVAnews/Dwi Royanto
Terungkapnya Keraton Agung Sejagat seolah menjadi pemicu. Satu per satu kerajaan baru muncul ke publik. Salah satunya adalah Sunda Empire, yang didirikan oleh Rangga Sasana. Mirip Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire juga mengklaim menguasai dunia.
"Sunda Empire berdiri dirintis oleh Alexander The Great dari tahun 324 sebelum masehi diteruskan oleh Depawarman, kemudian oleh Tarumanegara, diteruskan ke Prabu Siliwangi dalam hal ini Padjajaran. Maka Dinasti Padjajaran itu lah yang mulai dan diteruskan lagi hingga kini," ujar Rangga kepada VIVAnews.
Rangga juga mengatakan, Sunda Empire memiliki satu tujuan yaitu kesadaran atas umat dan menyatukan seluruh umat dalam tatanan bumi, juga menyejahterakan seluruh umat tanpa terkecuali. Sunda Empire juga bertujuan untuk menciptakan perdamaian dunia sesegera mungkin. Menurut Rangga, fase 75 tahun akan berakhir, dan pada tanggal 15 Agustus 2020 kita memasuki fase dunia ketiga. Pada fase dunia ketiga, tidak boleh ada perang, tidak ada senjata yang bunyi, tidak ada lagi nuklir yang diledakkan.
"Hanya Sunda Empire yang bisa menghentikan perang mereka," ujar Rangga penuh keyakinan.
Rangga juga menjelaskan, lokasi kerajaan ini ada di seluruh bumi karena anggotanya adalah negara dan pemerintahan yang sekarang berdiri, termasuk Jepang dan Inggris. Sunda Empire juga mengatur seluruh tatanan bumi dan mengklaim seluruh lembaga yang ada di dunia berada di bawah kekuasaan mereka, termasuk PBB, Bank Dunia, dan Mahkamah Internasional.
Ia menegaskan, bahwa kerajaan Sunda Empire bukanlah kekaisaran Sunda, tapi kekaisaran matahari, makanya menguasai seluruh bumi. Ia mempersilakan jika ada golongan atau pemerintahan yang tidak pas atau tidak menyukai Sunda Empire, mereka boleh hengkang dari bumi. "Sebab, artinya mereka mengkhianati ibunya. Karena bumi adalah ibu kandung kita. Makanya kekaisaran ini adalah pemilik bumi tadi," ujarnya menegaskan.
Kerajaan lain yang ikut muncul adalah Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu. Kerajaan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Tinggi Kesultanan Selacau, Bambang Utomo. Namun Bambang mengaku dirinya bukan raja, melainkan penerus pelestarian cagar budaya Kesultanan Selacau.