Apa Kabar PRD?
- Dokumentasi PRD
Rahardja Waluyo Djati membenarkan. Aliansi gerakan ini berkembang tidak hanya dengan petani tetapi juga dengan buruh dan sektor lain seperti seniman.
Kongres PRD ke-8 di Jakarta pada Maret 2015. Foto: Dokumentasi PRD
Munculnya organisasi sektoral ini menimbulkan suatu kebutuhan baru untuk melakukan konsolidasi politik agar lebih efektif dan jadi lebih besar dan tidak berjalan sendiri-sendiri. “Jadi dari situ kemudian dibentuklah Persatuan Rakyat Demokratik,” ujar mantan aktivis PRD yang pernah menjadi korban penculikan ini.
Selain mahasiswa, sejumlah sektor terlibat dalam pendirian PRD. Mereka di antaranya, Serikat Tani Nasional (STN), Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI) dan SMID.
“Kalau bisa dibilang pendirinya dari kalangan organ-organ itu. Namun personel utamanya kebanyakan SMID,” ujar Sekjen PRD, Dominggus Oktavianus kepada VIVA.co.id, Rabu, 8 Juni 2016.
Lilik HS, salah satu mantan aktivis PRD mengatakan, Persatuan Rakyat Demokratik didirikan pada 2 Mei 1994. Namun, organisasi ini tak berumur lama.
Karena hanya berselang dua tahun, organisasi ini berubah menjadi Partai Rakyat Demokratik. “Sebelumnya pakai nama Persatuan Rakyat Demokratik, terus kemudian dilihat bahwa arah organisasi tak sesuai amanah kongres, maka dibentuk Presidium Sementara Persatuan Rakyat Demokratik. Tugasnya merumuskan membawa kembali ke mandat semula,” ujar wanita yang pernah belajar di Fakultas Hukum, UNS ini.
Menjadi Partai
“PRD mengalami moderasi, bahkan sudah dimulai sejak deklarasi,” ujar Petrus terkait perubahan nama dari persatuan menjadi partai. Ia mencontohkan terkait program Persatuan Rakyat Demokratik soal Timor Leste. Menurut dia, mandat kongres adalah mendorong referendum. Namun kebijakan yang muncul hanya soal penghormatan terhadap HAM.
Selain itu, ada kekecewaan kepada pimpinan Persatuan Rakyat Demokratik yang menolak untuk melakukan mogok makan sebagai salah satu cara untuk penguatan isu dan radikalisasi gerakan. Jabo membenarkan. Tak lama setelah Persatuan Rakyat Demokratik dideklarasikan, sejumlah media dibredel oleh Orba.
PRD berada di garis depan dalam melawan pembredelan Tempo, Editor, dan Detik tersebut. Tindakan politik yang pertama kali dilakukan adalah mogok makan, untuk memprotes pembredelan tiga media itu. “Waktu itu yang mogok makan saya. Pertimbangan yang diminta kawan-kawan supaya efek politiknya kuat itu sebenarnya pimpinan. Tapi dia ga mau karena mungkin punya pertimbangan lain,” ujarnya.