Apa Kabar PRD?
- Dokumentasi PRD
Dari situ kemudian muncul krisis internal. Karena tidak mau memimpin protes pembredelan, kawan-kawan mulai tidak percaya dengan pimpinan Persatuan Rakyat Demokratik. Selain karena kecewa dengan pimpinan, alasan lain pembentukan Partai Rakyat Demokratik adalah sebagai bentuk perlawanan atas sistem politik yang ada. “Kebutuhan objektif membikin satu organisasi politik baru di luar tiga partai, Golkar, PDI, PPP, itu lebih dibutuhkan,” lanjut dia.
Petrus mengungkapkan, di tengah ancaman dan intaian intel, akhirnya kongres Partai Rakyat Demokratik perdana berhasil diselenggarakan. “Akhirnya dalam situasi panas kita bisa membentuknya tanggal 15 April 1996. Jadi seharusnya kalau mau memperingati PRD itu tanggal 15 itu. Tapi oleh kawan-kawan diperingati saat deklarasi, padahal perubahan menjadi partai pada saat itu,” ujar dia. “Kita melakukan deklarasi tanggal 22 atau 23 saat itu.”
Namun, usia partai ini tak lama. Pasca insiden 27 Juli 1996 di kantor PDI di Jalan Diponegoro, organisasi ini dinyatakan terlarang dan para pengurusnya diburu oleh Orde Baru. “Agustus saya ditangkap. Saya dipenjara selama 3,5 tahun. Selama di penjara masih berkomunikasi menggunakan metode bawah tanah dan tetap melakukan perlawanan.”
Lilik HS mengatakan, pasca 27 Juli, PRD sibuk melakukan evakuasi. “Itu tahap evakuasi dan penyelamatan diri. Fase itu kita sering lihat statemen Mirah Mahardika dan dikatakan pimpinan kolektif PRD. Itu nama kolektif. Artinya dalam situasi itu kita lakukan menyelamatkan roda organisasi dengan format yang berbeda, bergerak di bawah tanah.”
Ikut Pemilu
Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mundur setelah berhari-hari menghadapi badai unjuk rasa secara simultan oleh para mahasiswa dan kelompok-kelompok pegiat di penjuru Tanah Air. Runtuh pula rezim Orde Baru setelah 32 tahun berkuasa. Setahun kemudian, Pemilihan Umum (Pemilu) pun digelar. PRD berada di simpang jalan, antara mau ikut merayakan demokrasi elektoral tersebut atau akan tetap bertahan di ‘gerakan jalanan’.
“Dulu kita sangat bermimpi jadi partai, legal, bisa punya panggung politik. Sekarang riil di depan mata kita bisa daftar ikut Pemilu. Masalahnya, kita berani ambil atau tidak,” ujar Lilik HS.
Ia menjelaskan, keputusan untuk ikut Pemilu melalui proses panjang yang melelahkan. “Seingat saya kenapa kita ambil ini adalah kita selalu bermimpi kalau mengubah harus ubah sistem politiknya. Ikut Pemilu, jadi partai itu bagian dari mengubah sistem politik,” lanjut Lilik.