Membawa Tenun ke Ranah Terhormat

Founder dan CEO Toraja Melo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

Berapa harga kain itu kalau dirupiahkan?

Saya enggak tahu, yang pasti priceless (tidak ternilai).

Nah, kolaborasi Toraja Melo dengan Pekka bagaimana ceritanya?

Jadi Pekka itu executive director-nya Nani yang sudah kerja sama dengan organisasi lain, lalu dia membuat Pekka yang sudah mulai kerja dengan janda-janda di Aceh. Poinnya sebenarnya adalah pengorganisasian janda-janda dan harus ada livelihood, harus ada ekonominya. Waktu itu sekitar tahun 2010-2012, dia minta kerja sama tapi kami belum siap karena masih struggling

Sampai tahun 2014, sebenarnya dibilang siap juga enggak, tapi lalu kami ditawari pemilik kapal mewah keliling NTT selama seminggu untuk survei penenun di NTT. Kami pakai kapal itu dan dapat free keliling pulau NTT dengan Pekka dan saat tiba di Adonara dan Lembata, semua penenun keluar menyambut kami dengan tarian lengkap dengan tenunnya. Mereka bilang, kami sudah lelah ditipu orang Jakarta. Mereka minta saya membawa tenun ke Pulau Jawa dan saya sanggupi. Jadi dipaksa janji. 

Karena itu mulai tahun 2014, kami kerja sama dengan Pekka. Pembagian kerjanya jelas, Pekka pengorganisasian, Toraja Melo menghubungkan komunitas ke pasar dunia melalui desain dan marketing . 

Senangnya kerja dengan Nani adalah soal trust sudah terbentuk dan tik tok saja. Dan saya dengan Nani pergi ke Toraja, akan menuliskan pengalaman kami, dua organisasi ini bekerja bersama. Kami ingin berbagi pengalaman dan pembelajaran dengan teman-teman lain, melestarikan dan menguatkan perempuan. Jadi kami ingin bercerita agar yang kami kerjakan bisa ditularkan ke tempat lain dan bisa diturunkan ke generasi muda.

Ada penolakan ketika masuk ke kelompok penenun?

Penolakannya macam-macam, dan di tiap daerah lain-lain. Di Toraja itu kalau dibilang miskin, enggak miskin banget. Tapi waktu kami membuat tenun, membawa tenun Toraja dengan warna merah, hitam, kuning enggak ada yang mau beli, karena ada yang bilang norak. 

Lalu, ada teman yang minta dibuatkan warna merah hati, cokelat tapi karena tidak ada benang merah hati, harus beli benang ke Makassar dan yang ada hitam dan merah, lalu kami campur jadi merah hati dan bagus sekali, kami sebut warna itu gilang gemilang.