Membawa Tenun ke Ranah Terhormat
- VIVA.co.id/Bimo Aria
Selama ini pernah mengalami kerugian?
Oh rugi terus, makanya sekarang punya business advisor. Saya pakai tabungan hari tua sama adik saya, untuk ini semua. Karena itu, kami dibantu business advisor yang pada 2018 memastikan agar bisnis tetap sehat, sehingga bisa menarik lebih banyak komunitas penenun.
Penghasilan penenun berapa?
Sekitar Rp3-5 juta per bulan. Itu lebih tinggi dari gaji PNS. Kalau Mamasa masih belum tapi ditopang dengan Community Based Travel dan ditunjang tenun, mereka bisa dapat uang dari menyewakan rumah untuk homestay dan menjual tenun ke tamu. Turis beli langsung dari masyarakat, langsung bayar ke masyarakat.
Selama ini sudah pameran ke mana saja di luar negeri?
Jepang, Los Angeles, Milan, Paris, London, San Fransisco. Tapi buat saya enggak terlalu penting pameran ke luar negeri, lebih untuk gengsi orang lokal karena membawa produk lokal ke ranah global, sebab besar di ongkos dan pembeliannya tidak terlalu besar. Pasar kami lebih besar di Indonesia dan kaum menengah ke atas yang sudah kerja lebih dari lima tahun dan suka tenun. Untungnya sekarang makin banyak anak muda yang ingin pakai produk Indonesia.
Kalau luar negeri itu tambahan saja, tapi khusus ke Jepang, kami bisa beberapa minggu keliling Tokyo, Osaka, Hirosima, Kyota. Kenapa memilih Jepang, karena kalau bisa masuk Jepang, bisa masuk negara mana saja karena mereka hanya mau kualitas bagus dan handmade. Kami akan kembali ke Jepang kalau ada uang, dan mungkin juga ke Eropa seperti Italia dan Prancis. Sementara kalau di Indonesia, pasar kami adalah korporasi.
Rencana atau target Toraja Melo ke depan apa?
Kami akan fokus pada strategi penjualan produk, Community Based Travel dan Consultancy. Kami sudah menguatkan komunitas, sekarang waktunya menguatkan bisnis kami. Selama ini, bisnis selalu dikalahkan sama komunitas. Selama ini kalau disuruh milih untung atau kesejahteraan penenun, kami larinya ke kesejahteraan penenun. Sekarang kami sudah kuat, sekarang kembangkan bisnisnya.
Kedua, Community Based Travel di Toraja. Sejak 2009 banyak menerima turis yang ingin lihat dan tinggal dengan penenun. Kami sekarang di Toraja punya dua komunitas, penenun dan based travel. Jadi mereka sebagai tuan rumah untuk turis yang datang ke Toraja dan melihat bagaimana Toraja Melo berkembang.