Membawa Tenun ke Ranah Terhormat

Founder dan CEO Toraja Melo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

Bisa ceritakan awal mula Anda membentuk Toraja Melo?

Latar belakang saya bankir, lalu berhenti untuk mengurus anak. Saya juga banyak membuat organisasi sosial tentang lingkungan hidup, lalu pemberdayaan perempuan, yang pada tahun 2004 sampai akhir 2007 menjadi Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Perempuan.

Lalu tahun 2007, saya bilang ke suami yang asli Toraja mau bikin rumah di kampung sambil menulis pengalaman bekerja dengan perempuan. Di kampung papa mertua di atas gunung itu ternyata pusat tenun. Waktu itu penenunnya tua-tua, dan tenunnya tidak laku, pariwisata juga hancur sejak bom Bali I dan II, krisis moneter, ditambah pemerintah yang hanya mempromosikan Bali. 

Selain itu, banyak bayi terlihat bermuka Chinese. Saya tanya kenapa, karena bapaknya China lantaran banyak perempuan bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia, dihamili dan melahirkan, jadi pulang bawa bayi. Tapi mereka tidak bisa tinggal di Malaysia karena bayi itu lahir di luar nikah, sehingga tidak bisa punya surat lahir dan KTP. 

Dari situ saya berpikir, kalau mereka bisa hidup dari menenun di kampung, itu lebih bagus buat mereka. Sebenarnya yang saya lakukan sangat sederhana. Membeli tenun di kampung (saat itu warnanya masih terbatas), lalu saya bawa ke Jakarta untuk dibikin beberapa produk, yang dibantu teman dan juga mentor saya Josephine Komara atau yang dikenal dengan nama Obin dari Bin House, salah satu desainer selain Iwan Tirta, yang berhasil membawa batik ke ranah mahal. Nah, kami juga ingin membawa tenun ke ranah terhormat dan dibayar mahal. 

Perjuangan Selamatkan Tenun yang Hampir Punah

Kapan Toraja Melo dimulai?

Itu saya mulai membeli tenun tahun 2008 dan saya bikin produk fesyen dan produk lain tapi yang high quality. Kami membuatnya di Kecamatan Sa'dan karena itu sentral penenun. Sebenarnya tenun itu hanya alat bagi kami, bukan tujuan. Meskipun ada tujuan kedua, yaitu untuk melestarikan tenun Indonesia. Tapi tujuan utamanya soal kesejahteraan kehidupan penenun perempuan Indonesia. 

Toraja Melo ini sebenarnya apa?