- VIVA/Ikhwan Yanuar
Hitung-hitungan PKS berkoalisi?
Awalnya masalah prinsip dulu ya, PKS intinya, pokoknya harus ada calon selain Pak Jokowi. Untuk apa, ya ini agar demokrasi berkualitas. Masak dari Indonesia yang penduduknya 250 juta masih cari capres saja cuma satu. Itu cita-cita dasar PKS. Lalu kita harus cari capres yang bisa mengalahkan pak Jokowi. Tapi, sampai hari ini yang memiliki peluang tersebut adalah pak Prabowo. Pak Prabowo bisa kalahkan Jokowi. Meskipun elektabilitasnya masih jauh di bawah Jokowi. Tapi, kan tidak ada yang lebih tinggi dari pak Prabowo.
Anda lihat fenomenana aksi #2018GantiPresiden, seperti apa?
Kami juga punya hitung-hitungan? bahwa Jokowi ini setelah diberikan kesempatan memerintah selama hampir empat tahun ini, kan banyak kekecewaan yang luar biasa. Kekecewaan ini tentu melahirkan eksodus pemilih Jokowi. Dan ini tentu akan pindah kepada calon lawan dari pak Jokowi. Kalau hari ini, baru ada lawan pak Prabowo, berarti pindahnya bisa juga nanti ke pak Prabowo.
Mudah-mudahan ini bisa menambah suara untuk Pak Prabowo. Dan, dengan melihat fenomena tagar GantiPresiden2019 adalah suatu fenomena kesukarelawanan dari masyarakat yang memang tidak menghendaki Jokowi untuk dua periode. Nah, kalau sampai Agustus ini masih jadi gelombang besar. Saya kira ini bisa jadi harapan keterpilihan penantang Jokowi.
Terkait gerakan #2019GantiPresiden inisiasi kader atau DPP PKS?
Kalau keputusan partai itu terlalu kecil ya, terlalu teknis. DPP tidak mungkin buat SK hanya untuk tagar itu. Tapi, perlu saya katakan itu merupakan turunan dari keputusan besar PKS. PKS punya keputusan agar demokrasi kita berkualitas maka petahana ini tidak boleh lawan kotak kosong. Kita harus mencari lawan tanding. Nah, lawan tanding ini kita hadirkan untuk apa? Untuk mengalahkan pertahana kan. Kalau pun presiden kalah, nanti ganti makanya itu jadi tagar GantiPresiden2019. Tagar ini lebih menarik daripada tagar JanganLawanKotakKosong. ini tidak terlalu menarik padahal maknanya sama.
Rayuan Istana
Hitung-hitungan politik peluang poros baru terbuka?
Saya kira bisa juga begitu. Konselasi politik last minute itu pasti akan mengubah semuanya. Kalau lihat pengalaman, saya tidak tahu apakah Demokrat siap untuk bergabung dengan Gerindra dan PKS dengan tidak mendapatkan posisi apapun. Saya kira itu hal yang mempengaruhi.