- VIVA/Ikhwan Yanuar
Koalisi Jokowi punya gerbong besar, secara politik di atas kertas pasti menang, Anda lihat?
PKS melihat hitungan suara partai dengan pemilihan presiden atau kepala daerah berbeda dan tidak berkolerasi langsung. Karena itu yang menentukan tokoh. Ada beberpa partai yang tidak berjalan efektif ketika dipakai untuk pilkada atau pilpres. Jadi, kami di sisi itu, tak khawatir dengan itu. Kami kan punya pengalaman banyak. Di DKI tahun 2007, kami sendirian, mereka sekian partai bergabung. Hampir separuhnya dari suara kami. Kami tidak terlalu khawatir dengan koalisi partai Istana yang lebih besar.
Catatan untuk Jokowi
Jokowi maju lagi itu akan muncul lagi kasus Pilkada DKI?
Saya kira itu kekhawatiran yang berlebihan. Itu seperti terlalu kita menganggap masyarakat ini tidak punya entitas apa namanya kecerdasan. Saya kira hari ini masyarakat sudah pintar. Dan, itu tidak mengkhawatirkan buat kami. Seperti di DKI nyatanya sekarang sudah adem-adem saja, hanya di medsos banyak buzzer-buzzer yang mungkin dibayar untuk menyebarkan ini. Tapi, secara umum kan masyarakat kan enggak. Tadi di kantor DPP PKS, saya juga menerima Duta Besar Belanda ya, dia juga menanyakan hal ini. Saya katakan itu semua tergantung elitenya. Kalau elitenya tidak mengeksploitasi emosi masyarakat, harusnya kita memberikan arahan yang mencerdaskan masyarakat, saya kira itu bisa dengan baik kita kelola.
Tapi, saya juga bilang ke Pak Dubes, kita juga jangan membuat judgement-judgement yang tidak proporsional. Jangan melarang preferensi kesamaan, seperti memilih pemimpin sama daerah asal, profesi dan agama, kan boleh? Yang tidak boleh preferensi itu dijadikan hal yang berbeda bahkan sampai perpecahan, permusuhan. Di titik ini peran elite menentukan. Dan, kami sebagai elite politik bertanggung jawab terhadap hal tersebut dan kami tidak akan memperuncing preferensi-preferensi tersebut. PKS berkampanye yang positif mengeksploitasi kelebihan-kelebihan calon.
![]()
Politik identitas dimanfaatkan dalam tahun politik?
Ya, kita seharusnya bersama-sama para elite itu menyadari karena para elite itu posisinya menentukan. Itu kita harus bertindak dengan penuh kalkulasi. Jangan hanya untuk kepentingan jangka pendek, segala hal dilabrak. Ini diharapkan jadi catatan di PKS. Mudah-mudahan, kami di PKS perlu kami sampaikan, dalam pidato di Bekasi dukung kampanye Asyik ya. Saya sampaikan bahwa kita harus mengedepankan positive campaigne. Kita eksploitasi kelebihan duet pasangan-pasangan yang diusung kita. Bahkan, saya katakan dalam sebuah kampanye, dalam 80 persen kampanye PKS harus positive campaign. Sisanya 20 persen boleh negative campaign. Tapi, harus berdasarkan fakta. Misalnya lawan kita pernah korupsi. Supaya publik tahu ini pernah koruptor, boleh kita sebarkan. Tapi, ada faktanya. Yang tidak boleh ada black campaign atau fitnah seperti kelemahan lawan dimunculkan tapi tidak ada faktanya. Saya selalu menyampaikan tentang itu.