Indosat: "Tender Offer Urusan Qtel"

VIVAnews - Manajemen PT Indosat Tbk (ISAT) menyerahkan pelaksanaan penawaran tender (tender offer) saham publik kepada pemegang saham, Qatar Telecom (Qtel).

"Tender offer kan Qtel (yang melaksanakan), bukan Indosat," kata Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Sjam, di Jakarta, Selasa 30 Desember 2008.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta Qtel segera mengajukan pendaftaran penawaran tender saham publik Indosat sebesar 24,2 persen pada awal Januari 2009.

"Qtel diharapkan dapat melaksanakan tender offer pada harga yang sudah disepakati Rp 7.388 per unit," kata Ketua Bapepam-LK, Fuad Rahmany, belum lama ini.

Fuad memperkirakan, dengan terlaksananya penawaran tender Qtel terhadap saham publik Indosat tersebut, pasar modal akan memperoleh dana segar triliunan rupiah.

Pada pertengahan 2008, perusahaan telekomunikasi dari Timur Tengah itu membeli saham STT di Indosat sebanyak 40,8 persen senilai US$ 1,8 miliar.

Sementara itu, rencana penawaran tender hingga 24,2 persen saham publik tersebut seiring keputusan Menteri Negara Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, yang mengizinkan Qtel menguasai saham Indosat hingga 65 persen.