- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Utusan Yaman untuk PBB sempat memohon agar negara lain mengirimkan pasukan darat untuk menggempur kelompok Al-Houthi. Apakah itu tidak berpengaruh terhadap proses evakuasi WNI?
Sebenarnya proses evakuasi sudah sulit sejak lama. Proses evakuasi WNI sebelumnya pun bukan berarti tak mengalami bahaya, karena peluang kehilangan nyawa akibat serangan udara sama besarnya seperti serangan darat.
Kami berpikir selama komunikasi masih bisa dilakukan dengan WNI di Yaman dan transportasi masih ada, kesempatanuntuk melakukan evakuasi masih terbuka.
Saya tak bisa menjelaskan bagaimana kengerian serangan udara. Tetapi, yang bersama saya sempat mengalami ketegangan selama lima hari berturut-turut. Jendela di KBRI bergetar setiap menit.
Ketakutan kami adalah salah target, salah menulis waktu atau titik koordinatnya. Itu bisa terjadi. Karena kejadian itulah, kami memutuskan harus keluar dari kota Sana'a.
Apakah bisa diceritakan perjalanan Bapak membawa WNI keluar dari Yaman dan melintasi beberapa kota di wilayah perbatasan?
Beberapa hari sebelum terjadi serangan dan keluar dari Sana'a, saya menemui perwakilan Al-Houthi. Kalau perwakilan dari tentara pemerintah bisa kita temui kapan pun di kantornya. Tapi kalau otoritas Al-Houthi kami tidak bisa memastikan, karena ini otoritas milisi.
Kami bertemu dengan kepala bidang politik dan divisi internasionalnya dari kelompok Al-Houthi. Kami menyampaikan keinginan KBRI bahwa ada sekitar 3.000 hingga 4.000 WNI di Yaman dan kami ingin mereka selamat.
Mereka menjawab bahwa mereka siap untuk membantu apa yang bisa dibantu sesuai dengan kapasitas mereka. Kemudian, itu kunci yang kami pegang untuk bisa mengevakuasi WNI untuk keluar dari Yaman ketika melewati puncak gunung dan pantai.
Ketika melalui beberapa pos perbatasan, mayoritas dikuasai oleh Al-Houthi. Mulai dari Al-Hudaydah, Sana'a sampai ke perbatasan sudah dijaga oleh Al-Houthi.
Ada juga pos perbatasan yang dijaga oleh pasukan dengan pakaian tentara biasa. Mereka pasukan pemerintah tetapi sudah berafiliasi dengan milisi Al-Houthi.
Saya memang sempat ragu jika garis komandonya berfungsi dari atas hingga ke bawah. Kami khawatir sudah bangga mengenal pimpinan komando, tetapi ketika berkomunikasi dengan bawahannya, mereka tidak mengenalnya. Tetapi, alhamdulilah mereka tahu.