Dubes Indonesia untuk Yaman

Konflik Yaman Tak Sekadar Perkara Agama

Dubes Indonesia untuk Yaman, Wajid Fauzi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

WNI tiba di Yaman

img_title Militer Malaysia Bantah Dukung Saudi Serang Yaman

(Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi menyambut kedatangan gelombang pertama dari Yaman usai pemerintah melakukan evakuasi besar-besaran. Foto: Antara)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada kejadian di satu pos pemeriksaan, ternyata cukup alot. Terpaksa kami turun dan di depan mereka kami telepon pimpinan pusatnya. Ternyata mereka mengenali pimpinan komandonya, artinya garis komandonya jalan. This is blessing for me, karena kalau tidak diskusi bisa lebih panjang lagi.

Kedua, mengenai pembayaran upeti. Di tengah situasi sulit seperti ini, selalu ada orang yang selalu mengambil keuntungan. Tidak hanya itu, transportasi bus saja harganya bisa naik.

Semula jika harganya USD$2.000 tiba-tiba bisa menjadi USD$3.000 atau USD$4.000. Yang menyewakan bus adalah warga lokal. Mereka pun tetap mengambil keuntungan dari orang asing yang berniat keluar dari Yaman.

Untuk bus misalnya dari perusahaan yang sama hanya beda jam. Ketika jam 07.00 waktu setempat, kami sepakat harganya USD$2.000 tetapi begitu kami pesan pukul 10.30 karena kekurangan bus harganya sudah melambung menjadi USD$4.000. Padahal, tujuannya dan kapasitas tempat duduk sama.

Kapan lagi ada pemulangan WNI, khususnya usai KBRI Sana'a terkena dampak pengeboman?

Usai peristiwa besar yang ada satu gelombang evakuasi melewati Sana'a, Al-Hudaydah dan Jizan. Mereka semua kembali ke Tanah Air dan termasuk tim evakuasi yang dipimpin Pak Sapto.

Kami memiliki dua tim. Tim pertama setelah masuk ke Sana'a, kemudian menjemput di Sana'a dan membawa keluar dari Sana'a. Sementara, tim kedua datang ke Tarim dan Al-Mukalla, dan dibawa ke Salalah.

Kedua tim melalui jalur darat. Sekarang ini sudah tidak ada WNI. Berita terakhir, tersisa dua bandara yang bisa didarati dan keduanya telah dibom oleh pihak koalisi.

Bagaimana operasional KBRI di Sana'a saat ini?

Secara teknis, KBRI sudah tak lagi beroperasi. Tetapi, secara politis berhubung karena kondisi keamanan yang tak memungkinkan, maka operasional KBRI kami pindahkan ke kota lain.

Bagaimana keadaan Wisma Indonesia?


Sejauh ini wisma (rumah dinas Dubes) oke, walau banyak kaca jendela yang pecah. Lokasi wisma dan KBRI Sana'a tidak terlalu jauh. Hanya berjarak 1,5 kilometer.

Tetapi jarak wisma, KBRI Sana'a dan objek vital tentara penyimpanan senjata itu sama radiusnya.

Apakah saat terjadi pengeboman di Sana'a, gedung kedutaan negara lain juga terkena dampaknya?

Seluruh bangunan yang berjarak di radius 5 kilometer terkena dampak pengeboman, sementara jarak KBRI dengan pusat pengeboman hanya berjarak 1 kilometer. Berarti, semakin jauh dari pusat pengebomana, maka semakin sedikit terkena dampaknya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Houthi Terima Tawaran Gencatan Senjata Saudi
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut