'Berantas Terorisme, Jangan Seperti Nguber Layangan'
- VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian
Kita lihat di UU TNI. Itu ada, ada tugas operasi selain perang, operasi militer selain perang salah satunya adalah terorisme, juga ada separatisme. Tetapi penglibatan TNI untuk melaksanakan operasi militer selain perang, harus prinsipnya adalah prinsip perbantuan, artinya membantu polisi dan melalui keputusan politik negara. Negara itu siapa? Representasinya kan Presiden. Kepala Negara kan Presiden. Ini kan bisa saja. Presiden karena Santosa gak selesai-selesai, Presiden bikin putusan libatkan TNI ke polisi untuk penanggulangan masalah Santoso. Jelas, baru banyak yang dilibatkan, sampai kapan, targetnya apa. Jelas itu kan. Nah, inikan yang tidak terjadi. Kenapa sih susah banget polisi sama TNI kerja sama? Yang ada malah berantem, mana tuh kejadian. Terbaru di Sulawesi.
Ada wacana kadang konflik (jaringan teroris atau separatisme) itu dipelihara, untuk kepentingan tertentu?
Ya saya nggak tahulah itu, konflik. Yang jelas kan ada muncul teori konspirasi. Kenapa teori konspirasi itu muncul? Teori ini menjelaskan tentang keterlibatan tangan-tangan dalam negara di dalam menciptakan konflik, memelihara konflik, menggunakan konflik untuk kepentingan-kepentingan pihak-pihak yang ada di dalam negara.
Dia bisa jadi bukan kebijakan negara. Mungkin kebijakan pihak-pihak yang ada di dalam negara, atau tindakan pihak-pihak yang ada di dalam negara. Setelah era Orde Baru selesai, kan banyak buku hasil penelitian, kajian, tentang teori-teori konspirasi. Dan di situ juga kita lihat kasus-kasus 'Oh ternyata ada kelompok jihad Islam,' ini memang diciptakan.
Jadi teorinya ada, teori yang menciptakan orang Barat, dalam praktik di negara-negara Eropa, Amerika, itu terjadi, di negara kita juga ternyata pernah terjadi. Jadi kalau sekarang muncul pikiran-pikiran, dugaan begitu ya menurut saya sih ya susah juga kita bantah. Soal bener nggaknya ya wallahualam bi shawab.
NII “KW”sekian itu bentukan?
Ya sering kali kan begini. Bisa jadi satu kejahatan dan pelaku kejahatan itu memang ada di masyaraat tapi kan ada yang kemudian kejahatan itu dibasmi tuntas, ada yang memang setengahnya dibasmi, setengahnya ya mungkin ada kepentingan-kepentingan khusus ya dibiarkan dulu. Ya sama kayak ginilah. Muncul ISIS. Pengakuan Hillary Clinton, 'Kita yang bertanggung jawab, Amerika ini, terhadap ISIS, kita yang melahirkan. Kita yang mendanai dan sekarang kita yang menjadi musuh mereka.' Ini kan teori konspirasi. Itu kejadian-kejadian yang sering berulang lah itu.