Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata

Indonesia Raja Ketiga Sepeda Motor di Dunia

Ketua AISI Gunadi Shinduwinata.
Sumber :
  • Rendra Saputra/VIVA

Saya optimistis, perkembangan perbaikan ekonomi jalan terus. Setidaknya second half, pertengahan kedua semester tahun ini. Tetapi untuk sepeda motor masih butuh waktu, mungkin peningkatan penjualan motor pengaruhnya terjadi pada permulaan tahun depan.

img_title Penjualan Sepeda Motor Jeblok, AISI 'Pasrah'

Saya lihat dari berita yang kita simak, perbaikan ekonomi di Tiongkok sudah mulai tampak. Ini berpengaruh, sebab semua bergantung pada pertumbuhan itu. Ini akan semakin menarik, akan terjadi pemerataan pertumbuhan, khususnya Asia Tenggara. Dengan target pertumbuhan ekonomi kita sekira 5,6 persen, sebenarnya Indonesia dalam keadaan di atas lain-lainnya di Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rencana Bank Indonesia seputar suku bunga dan lain-lain juga tentunya banyak menimbang produk konsumsi, termasuk kegiatan manufaktur dan industri juga akan berkembang, seperti tambang atau apalah. Semua akan terkait.

img_title Pasar Motor 'Melempem', AISI Revisi Target Penjualan

Kenapa target penjualan tahun ini sedikit, AISI main aman?

Target penjualan 6,5 juta unit saya kira itu realistis. Sebenarnya, boleh dikatakan kekuatan pasar Indonesia itu bisa menembus 10 jutaan. Dahulu pernah penjualan delapan jutaan unit. Kebutuhan masyarakat kita akan sepeda motor masih tetap berkembang. Cuma yang menjadi pengaruh terhadap pasar ya itu, suku bunga, perkembangan ekonomi, serta penguatan rupiah terhadap dolar.

img_title Yaris vs Jazz, Siapa yang Jadi Raja Hatcback?

Ada fenomena menarik, motor digandrungi di Indonesia. Padahal, di negara produsen seperti Amerika dan Jepang masyarakatnya lebih pilih naik angkutan publik. Apa tanggapan Anda?

Begini, kita mesti melihat kedua-duanya baik pertumbuhan sepeda motor, dan kendaraan bermotor roda empat. Kalau negara maju, kemampuan daya beli besar, mereka bisa saja beli kendaraan, tetapi di sana transportasinya bagus, jadi buat apa capek-capek. Jadi kendaraan bermotor cuma menjadi kendaraan yang hanya dibutuhkan sewaktu-waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi, ada yang menarik terkait ekspor kita. Ada tren baru, di mana di negara maju, kini masyarakatnya mulai membeli motor dengan kapasitas mesin kecil. Ini rasional, karena mereka membutuhkannya untuk kebutuhan jarak dekat. Tentunya itu menjadi celah buat kita untuk mendorong ekspor sepeda motor Indonesia ke negara maju. Di dunia, pasar sepeda motor kini mulai bangkit lagi.

Indonesia peringkat ke berapa penjualan sepeda motor di dunia?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut