Indonesia Raja Ketiga Sepeda Motor di Dunia
- Rendra Saputra/VIVA
Republik Rakyat China pertama dengan 20 juta unit. Kedua India dengan 15 jutaan, sedangkan Indonesia ketiga (6,4 juta). Di Tiongkok, penjualan mobil dua tahun belakangan 20-23 juta unit. Sementara itu, penjualan motor di China yang dahulu 23 juta unit kini menjadi 20 juta unit. Pergeseran terjadi karena adanya tren penurunan di sana, karena ada peningkatan ekonomi masyarakat mereka. Di mana, banyak orang yang mulai beralih dari roda dua ke roda empat.
Di Indonesia, harga mobil kan masih mahal, sedangkan pendapatan masyarakat Indonesia kuatnya di kendaraan motor. Maka itulah keyakinan saya, jika pasar sepeda motor masih bisa berkembang 10-15 tahun ke depan. Soalnya, untuk membeli mobil, masyarakat juga harus mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan.
Motor tua banyak masih beredar di jalanan. Ada wacana yang bergulir untuk dibuatkan regulasi pembatasan usia. Anda setuju?
Saat ini, populasi sepeda motor di Indonesia 85 juta unit. Dari jumlah masyarakat Indonesia yang sekira 250 jutaan jiwa, artinya satu banding tiga. Problemnya, dari 85 juta unit ini, registrasinya ditumpuk terus, termasuk sepeda motor yang sudah tak dipergunakan masih teregristrasi. Artinya terjadi penumpukan data.
Soal pembatasan usia sepeda motor, janganlah. Kalau (motornya) sehat kenapa? Yang penting mereka harus sehat, kalau tidak silakan minggir, motor kamu sudah tak layak untuk hidup. Mobil klasik juga masih banyak yang jalan. Kalau dimasalahkan dari sisi gas buang, kan bisa dilakukan dengan peningkatan kualitas bensinnya yang bagus, dengan begitu gas buangnya jadi bagus.
Intinya pembatasan usia jangan dilakukan, enggak perlu selama dia sehat silakan saja.
![]()
Ketua AISI Gunadi Shindhuwinata/Foto: Rendra Saputra/VIVA.co.id
Soal investasi sepeda motor, apakah terus masuk?
Kalau sepeda motor sementara tidak. Kapasitas produksi kita saat ini cukup mencapai 10 juta unit. Disesuaikan juga dengan daya serap pasar. Kita pernah mencapai delapan juta. Kecuali nanti kalau penjualan kita sudah bisa di atas itu, tentu kapasitas produksi akan ditingkatkan, dan tentunya baru membutuhkan investasi baru. Perencanaannya juga tak secepat kilat, karena butuh waktu dua tahun.