Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata

Indonesia Raja Ketiga Sepeda Motor di Dunia

Ketua AISI Gunadi Shinduwinata.
Sumber :
  • Rendra Saputra/VIVA

Secara mendasar kita melihat itu sebagai satu solusi, tetapi memang bukan jawaban. Yang pasti konvensional tetap jalan.

img_title Rapor Penjualan Sepeda Motor Sepanjang 2017, Gagal Target

Apakah akan ada kemungkinan merek baru yang hadir di Indonesia?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bisa saja, tentu menjadi tantangan buat mereka. Tetapi mereka mesti bersaing ketat. Apakah pasar 100 ribu unit (sisa), apa mungkin? Soalnya kita (merek-merek yang sudah ada) sudah 85 persen kandungan lokalnya.

img_title AISI Prediksi Penjualan Sepeda Motor Masih 'Melempem'

Seperti apa motor yang dibutuhkan orang Indonesia?

Yang pasti kita tidak butuh motor gede. Transportasi dan infrastruktur tidak memadai. Artinya lebih ke pemakaian efektif. Skutik itu masih akan jadi primadona, sampai ada dari mereka (pabrikan) yang memikirkan ada sepeda motor lain. Kalau dari unsur kegunaan, motor bebek dan skutik itu masih dominan. Bebek juga masih diminati, sebab di daerah tertentu yang banyak tanjakannya, motor bebek bisa diandalkan.

img_title Johannes Loman Resmi Jadi Ketua AISI

Thailand masih bisa disebut saingan Indonesia?

Thailand itu sekarang ekspornya enggak besar. Ekspornya ke negara tetangga saja. Mereka kini sudah memiliki kompetitor baru, Vietnam. Padahal, dahulu ekspornya motor bekas (ke Vietnam), sekarang motor baru. Habis itu mereka (Vietnam) akan bikin sendiri. Itu salah satu masalah kenapa ekspornya tidak naik, pasar tak selamanya tradisional, Vietnam pasti lama kelamaan pikir bikin motor sendiri.

Beberapa waktu lalu, saat ditantang oleh Pak Jokowi, bisa enggak ekspor naik jadi 300 persen sampai 2019, kita bilang siap lah.

Banyak yang menyebut bahan bakar di Indonesia kualitasnya kurang bagus, tentu akan memengaruhi performa sepeda motor. Apakah pabrikan siap apabila premium dihapuskan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jangan ke sana, itu isu politis. Sebenarnya begini, kami siap dengan perangkat engineering menjamah Euro3 atau lebih tinggi dari itu. Tapi kan, sekarang bahan bakar tidak ada, geser ke sana-ke sini akhirnya? Saya lihat bagus upaya pemerintah yang kini membuka pasar pengilangan minyak oleh swasta, itu mungkin suatu jawaban juga.

Yang pasti, masyarakat saat ini memang milihnya (bahan bakar) yang murah, kan tentu memengaruhi engine-nya. Memang, satu sisi mengeluarkan uang lebih murah, tetapi merugikan terhadap kinerja mesin, perawatan juga nantinya makin mahal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut