Menkominfo Dikritik Beri 'Karpet Merah' ke Bos Alibaba
- Twitter/@AlibabaGroup
Indonesia kalah di Asia Tenggara
Menurut Kamilov, Rudiantara masih minim prestasi jika melihat hasil survei PBB tahun 2016 tentang perkembangan e-government di seluruh dunia. Dalam survei itu, Indonesia menempati urutan ke 116 dari 192 negara, posisi 135 sampai dengan 192 diisi sebagian besar oleh negara–negara Afrika.
Posisi Indonesia itu, jauh di bawah Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam. Di Asia Tenggara, Indonesia setara dengan Kamboja dan Laos, di atas Timor Leste. Secara umum, skor Indonesia hanya 0,420 di bawah rata-rata dunia 0,49. Artinya Indonesia hanya di atas Least Developed Countries (LDC) yaitu Myanmar, Kamboja, dan Laos.
“Vietnam itu semula juga negara LDC, tetapi mampu melewati Indonesia tanpa harus mengadopsi teknologi 4G. Ini Menkominfo sejak menjabat gembar-gembor 4G, mau 4,5G pula. Sibuk saja urus seluler, lupa dengan tugas pokok lainnya. Mumpung masih ada tiga tahun lagi, baiknya dicari pejabat yang benar-benar mau kerja bagi kabinet kerja, bukan hanya mencari popularitas,” kata dia.
Sebelumnya, ketika melakukan kunjungan ke markas Alibaba di sela pertemuan G-20 di China, Rudiantara mengajak Jack Ma masuk dalam dewan pengarah e-commerce Indonesia seperti yang dirancang dalam peta jalan e-commerce beberapa bulan lalu.
Indonesia disebut-sebut memiliki potensi besar untuk e-commerce. Pada 2015, pengguna internet di Indonesia mencapai 93,4 juta jiwa, meningkat cukup pesat jika dibandingkan dengan 88,1 juta jiwa pada 2014. Potensi e-commerce terlihat dari angka 77 persen dari penggunaan internet digunakan untuk mencari informasi produk dan berbelanja online, pelanggan toko online yang mencapai 8,7 juta orang, dan nilai transaksi yang diprediksi mencapai US$ 4,89 miliar pada 2016. Pada 2020, volume e-commerce diprediksi dapat mencapai US$130 miliar.