Dari Limbah Padi untuk Kemandirian Energi
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Mulai dari tengah. Modal kita apa?
Kita punya bahan dasar alam banyak. Kita bisa pakai bahan bakar alam kita untuk menjadikan nilai ekonomi lebih tinggi.Â
Contohnya, selama kita makan nasi kan ada limbah padi, kan ada silika tinggi, belum dalam bentuk zeolit. Limbah padi mau diapakan, kalau limbah ini dikonversikan ke katalis zeolit, kan bisa sebab, bahan utamanya silika. Kalau ini bisa, maka nilai ekonominya kan bakal lebih tinggi.Â
Perkilogram zeolit kalau di luar itu harganya US$100-200. Itu keuntungan yang kita punya. Produksi zeolit dengan mudah, dari bahan alam.Â
![]()
Apakah karena itu penelitian Anda pakai limbah padi?
Iya. Kita pakai (sekam padi), apakah itu bisa diubah ke zeolit. Buktinya bisa.Â
Selain limbah padi, bahan yang banyak di Tanah Air untuk dimanfaatkan sebagai katalis, apa saja?
Bisa misalnya dari limbah power plant, pembangkit listrik. Abu terbang (fly ash), ini kan dikeluarkan pembangkit listrik. Ini mengandung silika, ini bisa digunakan untuk mengubah menjadi zeolit.Â
Tapi itu kan bukan bahan yang natural ya?Â
Kan selama kita menggunakan sumber daya tak terbarukan untuk hasilkan listrik, energi, pasti itu (abu terbang) akan ada terus. Semua yang punya basis silika bisa dipakai untuk mengubah menjadi zeolit.Â
Contoh lain, itu bahan alam, tanah diatom (diatomaceous earth) yang ada pada limbah tumbuhan di pesisir. Itu sebagai limbah, mikroalga, tanah itu mengandung silika tinggi yang sering ada di pesisir. Itu salah satunya.Â
Hubungan katalis zeolit dengan nanoteknologi apa?Â
Jadi katalis zeolit bisa berukuran nanometer, nanopartikel. Di dalam nantopartikel, ada pori, ada porositas yang lebih kecil lagi, bisa subnano. Nah ini dibuat, dengan adanya nanopartikel, dengan nanopori .Â
Secara teknologi apakah katalis makin kecil makin potensial?
Iya, makin kecil makin baik. Sehingga alat yang kita pakai harus canggih, misalnya mikroskop elektron. Kita punya dua, baru beli, satunya harganya Rp20 miliar. Itu dipakai untuk fisik secara atomik, atau skala molekuler
Kataliz zeolit sama nanoteknologi, itu sangat mendasar dalam riset ini?