Dari Limbah Padi untuk Kemandirian Energi
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Misalnya minyak bumi itu kan sekarang supply-nya menurun. Ke depan kalau tidak ditemukan sumur minyak baru, kita akan kehabisan minyak bumi di dunia. Jadi makanya kita harus pikirkan proses lain. Misalnya, menghasilkan bensin dari sumber gas alam. Kita punya gas alam di Kalimantan dan Papua.Â
Itu dari gas alam bisa diubah jadi bensin, melalui proses katalitik yang menggunakan zeolit. Misalnya gas alam kan mengandung metana. Kemudian metana kemudian dikonversi menjadi metanol, kemudian dikonversi lagi bisa menjadi bensin, menggunakan katalis zeolit.Â
Jadi zeolitnya sama tapi bisa dipakai di mana saja. Jadi bahan bakar alternatif yang kita perlukan, walau gas alam dan minyak bumi sumber yang tak terbarukan, tapi kalau bicara sumber terbarukan kita bisa gunakan zeolit lagi untuk proses yang kita pakai.
Dilihat manfaatnya banyak sekali. Apakah fokus kajian untuk zeolit sudah semakin meluas di Tanah Air?
Orang makin tertarik ke arah sana, karena ini kan juga bidang nanoteknologi. Secara ukuran kan, sekarang material ini bisa dikecilkan skala nano. Nanoteknologi ini bisa meningkatkan efisiensi. Dengan adanya nanomaterial, setidaknya kita bisa meluaskan ruang permukaan material tersebut. Bayangin luas permukaan material meningkat, jadi reaksinya kan makin banyak.Â
Jadi orang mulai tertarik. Seiring dengan banyak banyak instrumen yang dipakai penelitian, semakin jelas penelitian bisa dilakukan. Makanya orang nanti makin mau meneliti, ilmu dan instrumen makin terang dan canggih, orang akan mengejar ilmu ini. Dan juga karena kebutuhan manusia yang makin banyak.Â
Kita sudah pakai gadget lebih dari satu, kebutuhannya makin banyak. Tentunya banyak teknologi yang harus mengikuti. Sebelumnya belum ke arah sana, karena kita cenderung untuk pakai produk luar.Â
Riset zeolit di luar negeri yang bisa jadi cermin bagi kita mana?
Memang Amerika dan Eropa yang mengawali riset ini ya. Terutama Inggris, Prancis, Jerman dan Amerika. Negara itu yang mengawali penelitian zeolit, industri petrokimia, itu kan berhubungan dengan industri petrokimia hilir.Â
Mereka mengawali itu, jadi mereka lebih maju. Tapi kan untuk mempelajari langkah mereka, kita tidak harus memulainya dari nol. Bisa kompetisi dengan mereka dari tengah.Â