Terkepung Industri Musik Digital

Ilustrasi mendengarkan musik.
Sumber :
  • Pixabay

Era digital yang tak terbatas memang banyak melahirkan talenta-talenta baru yang punya kualitas tak main-main. Dengan perkembangan teknologi seperti ini, semua orang bisa populer dengan cepat, bahkan melampaui para pendahulunya.

img_title Gitaris dan Keyboardist The Cure Perry Bamonte Meninggal Dunia

Tulus, penyanyi Teman Hidup ini jadi salah satu contoh musisi yang sukses di era digital. Awalnya, tak banyak orang mengenal Tulus. Namun kemunculannya yang membawakan lagu dengan nuansa jazzy dan lirik sederhana penuh makna berhasil memikat jutaan pasang telinga orang Indonesia. Kini, karya-karya Tulus tak pernah absen mendominasi tangga musik dan penjualan digital di berbagai platform. Penjualan album digitalnya meroket dan popularitasnya kian meninggi hingga terdengar ke luar negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Begitu juga dengan Vidi Aldiano yang meniti karier di industri musik Indonesia sejak tahun 2008. Suara Vidi langsung akrab terdengar karena punya ciri vibra yang khas. Pernah mereguk pahit manisnya bersama label, Vidi kini kembali memilih jalur independen.

img_title Ramai Polemik Soal Royalti di Industri Musik, Menbud Fadli Zon Buka Suara

Bukan tanpa alasan Vidi memilih jalur indie. Menurutnya, tantangan perkembangan zaman juga mendorongnya kembali ke jalur indie. Kemudahan di era digital pun dimanfaatkan untuk lebih mengeksplorasi potensi diri.

"Sebenarnya gue mau ngelawan paradigma kalau anak indie itu orangnya idealis, enggak ngerti jualan, terus karyanya cuma bisa dinikmati beberapa orang saja. Nah itu yang mau gue lawan. Being independent artist tuh semangatnya tetap kapitalis juga. Walaupun sekarang gue indie tapi tetep harus ngurusin bisnisnya juga," kata Vidi.
 
Semangat untuk bergerak sendiri atau menjadi indie diakui Bens Leo jadi peluang yang besar bagi para musisi di era digital, baik dari segi konten maupun bisnis. Vidi sendiri mengungkapkan puas karena apa yang dia inginkan benar-benar dicari dan dikejar sungguh-sungguh.

img_title Indonesia Music Summit 2025, Siap Digelar di Jakarta, Ini Misi Besar di Baliknya

"Kalau sukses, sukses sendiri, kalau gagal ya gagal sendiri," kata pemilik album Persona ini.

Banyaknya artis indie yang terbilang sukses di pasar musik Tanah Air tak membuat label-label merasa tersaingi. Sundari dari Sony Music Indonesia menilai bahwa saat ini adalah era keterbukaan di mana semua orang bisa berkarya karena fasilitas ada di mana-mana. Media sosial bisa jadi strategi untuk pemasarannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut