Terkepung Industri Musik Digital

Ilustrasi mendengarkan musik.
Sumber :
  • Pixabay

Layanan musik digital yang ada di Indonesia menjadi salah satu media para musisi dan label untuk menjual karyanya. Ia mengatakan, perhitungan revenue atau hasil yang didapat dari bisnis musik digital tak bisa dilihat dalam bentuk satuan saja.

img_title Kembali ke Indusri Musik, Thito Tangguh Hadirkan Mungkin Satu Kebetulan

"Dari segi nilai memang terlihat lebih kecil dibanding dengan nilai dari album fisik. Memang kalau dilihat dari per subscription kecil, tapi kita bicara jumlah yang jutaan itu," ujarnya ketika VIVA.co.id hubungi melalui sambungan telepon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat musik Bens Leo menambahkan, era digital memunculkan sebuah ide ekstrem soal indikasi ketenaran. Mereka yang lagunya banyak dibajak dan diunduh tanpa bayar atau mereka yang lagunya sering diputar bisa jadi indikasi bahwa mereka populer.

img_title Menguak Karier DJ JayJax, Dari Kompetisi ke Panggung Nasional

Kemudahan mengakses musik digital dalam cara apapun itu membuat masyarakat mengenal karya dan musisi tersebut. Ketika karya mereka disukai, maka akan terbentuk fans fanatik yang loyal sehingga bersedia menonton pertunjukkan musik mereka secara langsung.

"Saat mereka manggung, fans ini akan menjadi penonton utama. Mereka juga bisa membeli merchandise-nya di luar dari CD. Perkembangannya jadi ekstrem memang," ujar pria kelahiran Pasuruan tersebut.

img_title Kembali dari Berlin, Syiwa Fokus Berkarier di Musik Indonesia

Peruntungan yang didapat dari era digital ini pun kemudian bak bola salju yang terus bergulir dan membesar. Kedua label besar di Indonesia itu pun membenarkan jika revenue dari musik digital tak berhenti di layanan musik digital saja. Jika musiknya banyak diputar orang, maka akan ada pendapatan lain yang masuk, seperti dari iklan, sinkronisasi atau jingle untuk produk-produk tertentu yang menggunakan lagu dari musisi tersebut.

Tantangan di Era Digital

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlibat dalam industri musik di era digital dengan kata lain harus siap menerima tantangan besar jika ingin bertahan. Persaingan yang semakin ketat lewat media-media yang bisa diakses tanpa batas mau tak mau menuntut kreativitas yang tinggi dari kalangan musisi.

Bens Leo menjelaskan, ada tantangan atau sesuatu yang harus luar biasa yang bisa ditampilkan para musisi untuk masyarakat Indonesia. Seperti yang disebutkan sebelumnya soal indikasi popularitas di era digital ini, musisi harus memikirkan bagaimana caranya agar bisa menonjol dan disukai oleh para pendengar musik di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut