Terkepung Industri Musik Digital
- Pixabay
Para pengguna juga bisa memutar ulang lagu favoritnya secara offline dengan cara yang mudah. Ini adalah salah satu kelebihannya karena mereka yang tak ingin berlangganan masih bisa menikmati lagu yang legal. Namun, jika pengguna ingin menggunakan akun premium, tarif berlangganannya pun sama dengan Spotify per bulannya. Audio yang dihasilkan pun memiliki kualitas sama, yakni hingga 320 kbps.
YouTube
Era musik digital juga tak bisa lepas dari YouTube. Sebagai platform media streaming video terbesar yang ada di dunia, orang-orang masih banyak yang merujuk pada YouTube untuk sekadar memutar lagu. Tiga genre video yang paling sering diputar di YouTube antara lain hiburan yang termasuk komedi, musik, dan juga video tutorial 'how to'.
YouTube di Indonesia menunjukkan perkembangan yang begitu pesat dan signifikan dari tahun 2014 ke 2015. Putri Silalahi, Product Communications Google Indonesia menjelaskan, durasi menonton YouTube yang dilakukan orang Indonesia pada tahun tersebut meningkat pesat sebanyak 130 persen.
Lebih mencengangkan lagi, pengguna YouTube di Indonesia semakin aktif, tak hanya menonton melainkan ikut mengunggah video. Peningkatan jumlah berapa jam video yang diupload orang Indonesia melesat hingga 600 persen hingga pertengahan tahun 2016 ini. Tentu saja negara ini jadi yang tertinggi pertumbuhannya di kawasan Asia Pasifik.
"Kami excited karena dulu Indonesia terkenal hanya nonton saja, tapi sekarang ternyata dikenal suka bikin dan berkreasi," ujar Putri saat dihubungi VIVA.co.id melalui sambungan suara.
Musik Digital dalam Industri
Perkembangan teknologi memang tak selamanya dinilai positif oleh semua orang. Meski sudah banyak platform yang menyediakan musik digital yang mudah dan murah, perilaku unduhan secara ilegal pun masih marak dilakukan. Teknologi dianggap bisa saja menghancurkan industri musik, karena digital dan pembelian online membuat orang hanya membeli single atau lagu bukan albumnya. Bahkan, sejumlah pihak masih menganggap platform itu merugikan musisi dan mematikan industri.
Pada akhir tahun 2014 silam, industri musik digital dunia sempat dihebohkan dengan kasus Taylor Swift yang memutuskan menarik semua karyanya dari Spotify. Merasa dirugikan, Swift pun meminta ada ketentuan yang harus disepakati antara dia dan Spotify agar sama-sama diuntungkan. Penyanyi terkaya itu memang dikenal sebagai salah satu musisi yang vokal untuk urusan hak dan royalti terhadap karyanya di era digital.