CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi

'Ada Idealisme dan Pesan di Tiap Konser Saya'

Anas Syahrul Alimi
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Pada 2012 saya mencoba deketin Coboy Junior (CJR), format band pertama kali di Jogja, sold out. Lalu Adrenalin saya muncul. Saya bikin konser mereka di pesawat, Sriwijaya Air, Jogja ke Balikpapan, tiket kami jual dan habis. Bukunya terjual 20 ribu eksemplar, tapi saya rugi.

img_title Dream Theater Exited Mau Konser di Stadion Manahan-solo

Kenapa?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya terlalu ambisius untuk menggelar konser di 30 kota. Dan tidak semua kota bisa. Endingnya kami rugi. Kami ajak investor, tapi enggak komit.

img_title 5 Fakta Stadion Manahan, Bakal Tempat Konser Dream Theater

Maksudnya?

Waktu itu baru konser ke-12, mereka minta balikin uangnya.

img_title Gibran Bilang Dream Theater Konser di Solo untuk Pencinta Musik Keras

Anda juga pernah menggelar konser Slank?

Iya. Saya buat konser Slank dan sukses. Saya sempat bikin 30 tahun Yovie Widianto, di JCC dan sold out.

Kabarnya Anda pernah vakum dari bisnis konser musik?

Iya. Pada 2014 saya tiarap, hampir setengah tahun.

Lalu kapan mulai bangkit lagi?

2015 saya bikin konser Air Supply di Jogja dan Malang. Tiketnya sold out.

Anas Syahrul Alimi

Anda kerap rugi, Apa yang membuat Anda bertahan menjadi promotor musik?

Yang membuat kerumunan adalah musik. Bagi saya bikin konser musik tak sekadar bikin konser. Ada idealisme yang harus selalu ada. Misalnya David Foster kenapa saya enggak buat di Jakarta malah saya bikin di Jogja. Karena saya merasa utang budi sama Jogja. Saya sekolah di sana, mencari ilmu di sana. Saya besar di Jogja.

Kenapa lebih senang bikin konser di daerah?

Agar ekonomi daerah mulai meningkat dan branding daerah ke tingkat nasional. Dari situlah saya membuat Prambanan Jazz.

Apa alasan Anda membuat Prambanan Jazz?

Saya sengaja membuat Prambanan Jazz sebagai alat diplomasi budaya di tingkat internasional, menggabungkan mahakarya candi dan musik.

Dari mana idenya?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inspirasi atau idenya saat 2008 saya menonton konser Andrea Bocelli di Tuscany, Italia. Saya heran, karena view konsernya lapangan, landscape. Kalau saya bandingkan dengan Prambanan dan Borobudur itu enggak ada apa-apanya. Makanya, dari sana muncul ide untuk mendatangkan Andre Bocelli ke Prambanan. Gokil nih kalau mereka sampai konser di Prambanan.

Anda juga sempat membuat konser acapella?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut