'Ada Idealisme dan Pesan di Tiap Konser Saya'
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Apa tren musik yang bagus tahun ini?
Kalau soal itu segmentasinya beda. Kalau bikin event saya selalu lihat pasar, saya segmentasi jelas.
Saat ini Kpop sedang tren, apakah Anda tertarik untuk mengadakan konsernya?
Saya sih enggak ya. Itu urusan feel, passion saya enggak di situ. Soul saya enggak di situ. Saya bekerja karena senang, bukan urusan untung rugi. Saya harus senang dan harus tahu lagunya. Tapi semangat mereka, Korean Wave harus ditiru seperti harus ada Indonesian Wave. Harusnya lewat Bekraf
Sejauh ini, bagaimana kontribusi Bekraf?
Mereka terlalu berwacana tapi tidak konkret. Terlalu banyak workshop dan desain.
Soal Prambanan Jazz, apa yang membedakan dengan konser jazz lainnya?
Kami mencoba menghadirkan festival musik candi. Ini kan belum pernah ada. Kelebihan Prambanan Jazz adalah banyak orang luar kota yang datang. Ke sana sekalian nostalgia. Bisa jadi pernah sekolah di sana, punya pacar di sana, pernah ke angkringan. Selain itu, di sana juga akan digelar Pasar Kangen. Orang-orang bisa nostalgia.
Sejauh ini bagaimana persiapannya?
Artisnya ada 50-an yang mendukung acara ini, ada orkestra, Sarah Brightman main dengan orkestra, ada Shane Fillan salah satu personel Westlife yang hadir. Special show, hari pertama artis tahun 90-an, hari kedua Sarah Brightman, hari ketiga ada Kla Project.
Anda yakin gelaran ini akan sukses?
Saya yakin, karena ini berbeda dengan festival jazz lain. Ini alam terbuka di candi, bukan di gedung. Kami pilih selalu Agustus karena pas kemarau. Dan kami pilih selalu pas bulan purnama.
Apa harapan Anda terkait dunia promotor musik ini?
Harapan saya semua pihak mendukung, sponsor harus dukung. Karena kalau enggak dukung, biaya tiket akan mahal. Perizinan juga dipermudah, regulasi pemerintahan daerah, persoalan pajak. Pasalnya, ada beberapa kota yang enggak bisa buat konser, karena pajaknya 35 persen. Saya sebut saja Makassar. Kalau 35 persen, untung kami di mana?