Telkomsel Suntik Dana Startup Tanda Tangan Digital

Chief Executive Officer PrivyID, Marshall Pribadi.
Chief Executive Officer PrivyID, Marshall Pribadi.
Sumber :
  • Dok. PrivyID

VIVA – Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) melalui MDI Ventures mengumumkan pendanaan Seri A untuk Privy ID. Startup tersebut didirikan pada 2016 merupakan perusahaan teknologi regulasi terkemuka di Indonesia yang memberikan solusi digital untuk memudahkan verifikasi calon konsumen.

"Teknologi application program interface (API) dan workflow produk PrivyID menghadirkan proses operasional yang efektif dan efisien bagi penggunanya. Layanan PrivyID kini dalam posisi untuk tumbuh secara signifikan, yang sekaligus tentunya mengakselerasi inklusi keuangan," kata CEO TMI, Andi Kristianto dalam pernyataannya, Rabu, 25 September 2019.

Dia mengatakan kolaborasi startup itu dengan produk, aset dan sumber daya dari Telkomsel akan menghadirkan banyak pengembangan inovasi menarik di bidang ini dalam beberapa tahun ke depan.

PrivyID memiliki sertifikasi ISO 27001:2013 yang standard tertinggi dalam manajemen keamanan informasi. Startup itu juga memfasilitasi beberapa lembaga keuangan terkemuka untuk proses akuisisi konsumen berbasis digital.

Teknologi yang digunakan dalam PrivyID seperti pengecekan dokumen berbasis AI, pendeteksi karakter kehidupan (livenes detection), facial recognition, infrastruktur enkripsi dan jalur otentifikasi terintegrasi (smart authentication gateway).

CEO PrivyID, Marshall Pribadi mengatakan pengguna startupnya 4,5 juta orang dan lebih dari 200 institusi. Diantaranya adalah Telkom Group, BRI, Mandiri, Investree, BCA Finance dan Adira Finance.

Dia mengatakan sejak awal berkembang perusahaannya, Telkom Group memegang peranan penting. Mereka mendapatkan fondasi pengetahuan yang esensial dan memperoleh jejaring koneksi yang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan pijakan di industri.

"Dengan kerjasama bersama Telkomsel, kami semakin optimis dalam menjalankan misi mewujudkan inklusi keuangan dan membuka kunci potensi ekonomi digital di Indonesia," ujar Marshall.