Kemenhub Tegaskan Operasional Angkutan Laut Perintis Harus Sesuai SOP

Rakor angkutan laut perintis 2021.
Rakor angkutan laut perintis 2021.
Sumber :
  • Dokumentasi Kemenhub.

VIVA – Angkutan laut perintis ditegaskan harus tetap beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta mengatur mekanisme pelayanan moda transportasi laut yang ketat selama masa pandemi COVID-19.

Hal ini juga sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan No. SE 59 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Laut pada masa Pandemi COVID-19.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Mugen S Sartoto, menegaskan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Angkutan Laut Perintis Tahun 2021 di Jakarta. Rakor itu dilaksanakan selama 3 hari pada 8—11 September 2021. Diikuti peserta dari Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, KSOP, UPP, Dinas Perhubungan Provinsi pada Pelabuhan Pangkal dan Operator Kapal Perintis secara langsung.

“Pelayanan angkutan laut perintis ini sangat dibutuhkan masyarakat terutama pada daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. Angkutan laut perintis ini telah beroperasi selama puluhan tahun secara konsisten sebagai bentuk kehadiran Negara dalam membantu mobilitas penumpang dan barang, serta perekat atau penghubung pulau-pulau di Indonesia” kata Capt Mugen, dikutip dari keterangannya, Kamis, 9 September 2021.

Baca juga: Wow, Penjualan Emas Antam Tumbuh 99 Persen di Semester I-2021

Dia mengatakan, pada 2021 Ditjen Perhubungan Laut telah mengoperasikan kapal perintis sebanyak 118 trayek pada 42 pelabuhan pangkal. Kapal itu tersebar di 21 Provinsi di Indonesia dan melayani lebih dari 500 pelabuhan singgah. 

“Saya berharap kegiatan angkutan laut perintis bisa menjadi wadah yang efektif dalam mempertemukan antara kebutuhan layanan angkutan laut perintis dari daerah-daerah. Dengan kebijakan Kementerian Perhubungan sehingga konektivitas transportasi dapat terjaga atau bahkan kita tingkatkan," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title