Logo BBC

Mendadak Ada Pohon Natal di Kota Hantu

Para warga datang untuk memasang dan menghias pohon Natal di kota yang sudah lama mereka tinggalkan. - BBC
Para warga datang untuk memasang dan menghias pohon Natal di kota yang sudah lama mereka tinggalkan. - BBC
Sumber :
  • bbc

Warga yang pernah tinggal dekat kota Pripyat, Ukraina, datang ke sebuah bekas alun-alun untuk meletakkan dan menghias pohon Natal. Ini adalah kali pertama sebuah pohon Natal dipajang di lokasi yang terpapar bencana Chernobyl tahun 1986, lapor saluran televisi Ukraina, ZIK.

Kota Pripyat yang berjarak sekitar 3 kilometer dari bekas pembangkit listrik Chernobyl pernah dihuni lebih dari 47.000 penduduk. Namun ditinggalkan karena terpapar radiasi dan berubah menjadi "kota hantu."

Warga yang pernah menjadi penghuni datang untuk menghias pohon Natal ke kota yang sudah lama mereka tinggalkan. Lalu mereka berfoto di depan pohon Natal bersama keluarga, sebagai bagian dari kampanye yang diselenggarakan oleh Association of Chernobyl Tour Operators .

Beberapa warga mengatakan kepada Suspiln e Media bahwa mereka juga membawa pernak pernik berupa jam weker sebagai "simbol berjalannya waktu dan fakta bahwa seiring waktu, kota itu tidak mati namun dihidupkan kembali".

Kateryna Aslamova dari perusahaan Chernobyl Tour mengatakan itu adalah pertama kalinya beberapa warga kembali ke Pripyat sejak mereka diungsikan setelah kecelakaan nuklir terburuk di dunia.


Mereka juga membawa hiasan berupa jam weker sebagai simbol berjalannya waktu. - BBC

"Kota ini harus hidup, dan agar ini terjadi harus diselamatkan," katanya.

Perusahaannya ingin melihat kota Pripyat dan beberapa zona di sekitar pembangkit menjadi situs Warisan Dunia Unesco.

"Kehidupan akan kembali lagi ke kota Pripyat," kata Yaroslav Yemelyanenko, pendiri Chernobyl Hub.

"Kota ini luar biasa, unik dan bisa menjadi tempat wisata. Setiap hari, kota yang pernah sepi ini dipenuhi oleh para wisatawan dari seluruh dunia. Mereka datang untuk mempelajari sejarah kita, yang mengubah arah peristiwa di seluruh dunia."