Logo BBC

Bukti Baru 'Kerja Paksa' Warga Uighur di Ladang Kapas Ditemukan

BBC
BBC
Sumber :
  • bbc

Juli lalu, lembaga kajian yang berbasis di Amerika Serikat, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), menyimpulkan bahwa "mungkin" kelompok minoritas itu juga dikirim untuk memetik kapas.

Namun untuk membuktikan itu, CSIS masih memerlukan lebih banyak informasi.

Dokumen baru yang ditemukan Adrian Zenztidak hanya memberikan informasi itu, tapi juga mengungkapkan tujuan politik yang jelas di balik pengerahan kelompok minoritas ke ladang kapas.

China
Getty Images
Sebagian besar masyarakat Uighur adalah penganut Islam, dan jumlahnya mencapai 11 juta jiwa di Xinjiang, China.

Pemberitahuan pemerintah Xinjiang, Agustus 2016, tentang pemetik kapas, menginstruksikan pejabat lokal untuk "memperkuat pendidikan ideologis dan pendidikan persatuan etnis".

Laporan propaganda yang ditemukan Zenz menunjukkan bahwa ladang kapas membuka peluang untuk mengubah "pemikiran malas yang mengakar" penduduk desa miskin.

Caranya, merujuk dokumen itu, menunjukkan kepada mereka bahwa "menjadi tenaga kerja adalah perbuatan mulia".

Kalimat-kalimat seperti ini diulang beberapa kali dalam dokumen resmi itu.

Tuduhan soal kemalasan itu mencerminkan pandangan China tentang gaya hidup dan adat istiadat Uighur yang dianggap penghalang modernisasi.

Hasrat untuk tinggal di rumah dan membesarkan anak-anak digambarkan sebagai penyebab utama kemiskinan. Itu muncul dalam laporan propaganda lain tentang manfaat bekerja sebagai pemetik kapas.

Pemerintah China menyediakan sistem pengasuhan anak yang terpusat. Layanan itu diklaim juga bisa diakses orang tua bahkan hewan ternak, sehingga setiap orang "terbebas dari kekhawatiran saat keluar rumah untuk bekerja".

Terdapat banyak referensi tentang bagaimana para pemetik kapas yang dimobilisasi itu tunduk pada kontrol dan pengawasan yang tampaknya bertentangan dengan praktik ketenagakerjaan pada umumnya.

Sebuah dokumen kebijakan pemerintah kota Aksu, Oktober lalu, menyatakan bahwa pemetik kapas harus diangkut secara berkelompok.

Mereka juga harus didampingi pejabat yang "makan, tinggal, belajar, dan bekerja dengan mereka, serta secara aktif menerapkan pendidikan pemikiran selama pemetikan kapas".

Mahmut, bukan nama sebenarnya, adalah pemuda Uighur yang sekarang tinggal di Eropa. Dia tidak dapat kembali ke Xinjiang karena rekam perjalanan ke luar negeri adalah salah satu alasan utama penahanan di kamp.

Kontak dengan keluarganya di kampung halaman saat ini juga terlalu berisiko jika dia lakukan.

Namun ketika mereka terakhir berkomunikasi pada tahun 2018, dia mendengar bahwa ibu dan saudara perempuannya telah dimobilisasi untuk bekerja.

"Mereka membawa saudara perempuan saya ke Kota Aksu, ke pabrik tekstil," kata Mahmut.

"Dia tinggal di pabrik itu selama tiga bulan dan tidak mendapatkan bayaran.